Dua bocah laki-laki meninggal hari Senin (6/3) akibat serangan pesawat tak berawak (drone) di Yakla, provinsi al-Bayda, Yaman

Ilustrasi drone AS membuat jatuhnya korban sipil di Yaman
Dua bocah laki-laki meninggal hari Senin (6/3) akibat serangan pesawat tak berawak (drone) di Yakla, provinsi al-Bayda, Yaman.

Wilayah tersebut adalah area operasi al-Qaeda Yaman (AQAP) yang berulang kali disasar serangan AS.

Korban bernama Ahmed dan Mohammed al-Khobze, kakak-beradik berumur di bawah 15 tahun.

Selain 2 korban anak-anak, tiga anggota al-Qaeda tewas dalam serangan terpisah di Qifa, di provinsi yang sama, menurut sumber lokal.

Pentagon tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai serangan.

Kawasan ini juga merupakan lokasi penggerebekan pasukan khusus AS Januari lalu terhadap AQAP.

Akibat operasi ceroboh tersebut, seorang anggota pasukan AS dan sekitar puluhan warga sipil Yaman tewas, termasuk perempuan dan anak-anak.

AS kembali meningkatkan gempuran terhadap AQAP sejak pekan lalu. Serangan dilakukan dengan pesawat tempur maupun drone.

Menurut AS, penargetan dilakukan untuk menurunkan kemampuan kelompok itu "mengkoordinasikan serangan teror di luar negeri".

Pekan lalu, Pentagon mengatakan, serangan 2 Maret membunuh Yasir al Silmi, juga dikenal sebagai Mohammed Tahar, mantan tahanan penjara brutal Guantanamo, Kuba.

AQAP memanfaatkan Yaman selama 2 tahun terakhir dengan merekrut pengikut dan memperkuat pengaruh di tengah dan selatan Yaman.

Mereka hubungan baik dengan suku-suku lokal serta mencoba membangun miniatur pemerintahan daerah. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.