Kedutaan Besar Yaman di Washington mengatakan, pemerintah "belum menangguhkan program operasi kontraterorisme di dengan Pemerintah AS"

Ilustrasi coretan drone AS yang meluncurkan serangan di Yaman (Reuters)

Yaman tidak akan menghentikan kerjasama dengan AS dalam operasi kontra-terorisme.

Pernyataan dikeluarkan pada Rabu (8/2) sebagai respon atas serangan kontroversi AS terhadap al-Qaeda yang mengakibatkan korban sipil.

Kedutaan Besar Yaman di Washington mengatakan, pemerintah "belum menangguhkan program operasi kontraterorisme di Yaman dengan Pemerintah AS".

Namun, Yaman meminta setiap operasi kontraterorisme di negerinya harus dikonsultasikan dengan dan dibuat langkah-langkah pencegahan korban sipil.

Presiden Yaman Mansour Hadi telah bertemu dengan duta besar AS dan memberi pesan jelas tentang operasi kontroversial terakhir itu, ungkap Reuters.

Serangan di provinsi al-Bayda pekan lalu dilaksanakan atas persetujuan Presiden AS, Donald Trump.

Baku tembak terjadi, menewaskan satu angota Navy SEAL dan sebuah pesawat Amerika hangus terbakar.

Petugas medis setempat mengatakan, beberapa wanita dan anak-anak ikut jadi korban tewas operasi AS.

Sumber militer memberikan keterangan bahwa operasi berlangsung tanpa persiapan matang, lemahnya intelijen, tak siapnya dukungan darat dan bantuan.

Akibatnya, tim Navy SEAL terjebak di basis al-Qaeda yang penuh oleh ranjau darat, penembak jitu, dan senjata berat.

Pejabat pertahanan AS mengaku laporan korban sipil sedang diperiksa. Sementara Senator AS, John McCain, mengkritik operasi tersebut.

"Ketika anda kehilangan pesawat senilai $ 75 juta dan nyawa orang Amerika, saya tidak bisa percaya anda bisa mengklaimnya sukses", kata McCain kepada NBC.

Juru bicara Gedung Putih Sean Spicer, memang mengklaim operasinya "benar-benar sukses".

Al-Qaeda Yaman (AQAP) sendiri ikut mengecam serangan memalukan AS karena membunuhi warganya sendiri dan sipil lainnya, termasuk gadis 8 tahun.

Kemarahan pada AS terjadi di Yaman akibat foto-foto korban serangan menyebar.

Sempat ada informasi bahwa operasi AS di Yaman dibekukan.

Departemen Luar Negeri AS menegaskan akan terus bekerja dengan Presiden Hadi untuk memastikan "kemitraan tetap solid" dalam membasmi al-Qaeda dan ISIS di Yaman. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.