Joseph Schreiber (32), pelaku pembakaran masjid di Florida itu dijatuhi hukuman 30 tahun penjara

Seorang residivis penganut Yahudi dihukum 30 tahun penjara
Masih ingat dengan kasus pembakaran sebuah masjid di AS saat hari raya Idul Adha?

Joseph Schreiber (32), pelaku pembakaran masjid di Florida itu dijatuhi hukuman 30 tahun penjara pada Selasa (7/2).

Ia yang memiliki catatan kriminal dan tanpa pembelaan di persidangan. Schreiber dinyatakan bersalah atas tindakan membakar Islamic Center Fort Pierce.

Islamic Center Fort Pierce dilaporkan pernah menjadi perhatian publik AS, karena Omar Mateen yang diduga salah satu pengunjung rutin, melakukan pembantaian di klub malam Gay Orlando.

Schreiber adalah seorang Yahudi. Ia sempat menulis di dunia maya: "semua Muslim itu radikal", sebelum kemudian melakukan serangan saat peringatan ke-15 teror 9/11, atau tepat di malam Idul Adha.

"Jika Amerika benar-benar menginginkan perdamaian, keamanan serta mencari kebahagiaan, maka harus menganggap semua perwujudan (ajaran) Islam sebagai radikal.... 'ALL ISLAM IS RADICAL', (mereka) harus dianggap seperti teroris dan kriminal, dan semua yang terlibat dalam tindakan tersebut harus dinyatakan melakukan kejahatan perang, hingga (akhirnya) hukum dan ketertiban ditegakkan di negara bebas yang indah ini", tulisnya.

Dalam sidang, Schreiber membacakan pernyataan bahwa ia melakukan serangan karena takut Florida mengalami teror.

"Pesan saya untuk semua masyarakat Muslim di muka bumi, berdamailah dengan Amerika dan Israel, dan hentikan pembunuhan serta serangan", katanya.

Di kalangan Yahudi, pelaku tidaklah dikenal sebagai seorang penganut yang terlalu taat.

Menurut Rabbi Bruce Benson, pada musim semi 2016 Schreiber hadir di sinagog selama satu bulan dalam rangka mempelajari Taurat. (Anadolu/rslh)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.