"Jika anda melarang muazin mengumandangkan azan, (maka) setiap orang Palestina akan menjadi muazin dan menyerukan azan"

Kepala Departemen Agama Turki Mehmet Gormez (Anadolu Agency)
Ulama terkemuka Turki pada Senin (13/2), mengkritik RUU yang digdok Israel tentang batasan seruan ibadah melalui pengeras suara.

"Jika anda melarang muazin mengumandangkan azan, (maka) setiap orang Palestina akan menjadi muazin dan menyerukan azan", ujar Kepala Departemen Agama Turki, Mehmet Gormez, dalam pertemuan dengan Duta Besar Palestina, Faed Mustafa.

Ia menambahkan, "Kami (juga akan) marah jika azan berhenti di Istanbul (seperti di Israel)"

Lebih dari 80 masjid di Jalur Gaza dihancurkan oleh serangan Israel, menurut Gormez. Sembilan diantaranya telah direkonstruksi oleh para donatur.

"Saya berterima kasih kepada mereka", ujarnya

Sedangkan Dubes Mustafa mengatakan, "Kami akan melakukan yang terbaik untuk mendirikan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem sebagai ibukotanya".

Menurutnya, RUU ini akan merusak perdamaian dua negara.

Pada Minggu (12/2), Komite Menteri Israel untuk Legislasi menyetujui versi revisi RUU pelarangan panggilan ibadah melalui pengeras suara pada pukul 23:00-07:00.

RUU itu akan digodok lagi di parlemen Knesset sebelum menjadi hukum. (Anadolu Agency)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.