Uni Emirat Arab membela Presiden Donald Trump mengenai pembatasan migrasi AS

Menteri Luar Negeri UAE Sheikh Abdullah bin Zayed Al-Nahyan (Arabnews)

Uni Emirat Arab membela Presiden Donald Trump mengenai pembatasan migrasi AS dari tujuh negara mayoritas Muslim.

Menteri Luar Negeri UAE, Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan mengatakan, AS memiliki hak melakukan kedaulatan imigrasi.

Ia percaya pemerintah AS mengambil langkah itu bukan berdasarkan sentimen agama.

Menurutnya, masih banyak negara-negara mayoritas Muslim tidak terpengaruh pada kebijakan ini.

"Itu adalah larangan sementara dan akan direvisi dalam 3 bulan. Sangat penting kita pertimbangkan", ujarnya.

"Negara-negara yang masuk daftar adalah negara yang memiliki masalah struktural.. negara tersebut harus menyelesaikan masalah mereka sebelum menyelesaikan masalah dengan AS", tambahnya.

Di lain pihak, Sekjen PBB Antonio Guterres meminta larangan dicabut, karena dinilai tidak dapat membendung masuknya teroris ke AS.

"Langkah tersebut tidak sesuai dengan prinsip dasar kami, tidak efektif jika tujuannya memang untuk menghalangi teroris masuk", ujarnya.

"jika organisasi teroris global ingin melancarkan serangan ke sebuah negara, saya rasa mereka tidak akan mengirimkan seseorang dengan paspor dari negara (bermasalah) itu", lanjtnya.

Menurut Gutteres, teroris mungkin mencantumkan negara lain yang lebih terpercaya dalam paspornya atau menggunakan orang-orang yang berada di AS. (Arabnews)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.