Turki mengkritik kehadiran pasukan Popular Mobilization atau milisi Syi'ah dalam pertempuran Mosul

Menlu Turki Mevlut Cavusoglu (Orient-News)
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengkritik kehadiran pasukan Popular Mobilization atau milisi Syi'ah dalam pertempuran Mosul, Irak.

Ia juga meminta AS tidak perlu bergantung pada "kelompok teroris" (PYD Kurdi) dalam melawan ISIS.

"Melibatkan milisi Syi'ah di kota dengan 99% penduduk Sunni Arab sangat berbahaya. Itulah sebabnya Hashd al-Shaabi (Syi'ah) belum masuk Mosul hingga hari ini", ujarnya dalam konferensi pers di Siprus Selasa lalu (21/2).

"Demikian juga, sangat berbahaya melibatkan kelompok teror PKK dan YPG (dalam operasi Raqqa)", tambahnya.

"Ada 65 negara yang bergabung dalam Aliansi Internasional. Banyak dari mereka berkontribusi efektif dalam melawan ISIS, seperti Jerman, Turki, Prancis, Inggris, Amerika Serikat, Arab Saudi, dan bahkan Qatar. Masing-masing negara memiliki pasukan khusus. Di sana juga ada oposisi moderat, dan semuanya warga lokal", katanya.

Cavusoglu meminta AS mempertimbangkan kembali keputusannya mendukung PYD dan unit milisi YPG, yang dituding Turki berafiliasi dengan PKK.

"Kami meminta pemerintahan baru AS membalik kesalahan fatal yang dilakukan pemerintahan sebelumnya. Washington tidak perlu tergantung pada organisasi teroris untuk mengalahkan ISIS", kritik Cavusoglu.

PKK memang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa. Tapi YPG adalah sekutu AS.

Terkait operasi Eupherat Shield dengan FSA, Cavusoglu mengatakan target berikutnya adalah Raqqah, "ibukota" ISIS.

"Kita bisa menuju Raqqah dengan kelompok tepat dan strategi tepat. Tidak dengan mereka yang ingin mencapai tujuannya sendiri melalui pembersihan etnis", kata Cavusoglu, merujuk pada kelompok Kurdi.

Turki memandang, jatuhnya Raqqah ke tangan milisi Kurdi dapat menimbulkan ancaman serius di wilayah tersebut. (Orient-news)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.