AS juga menyebut Iran sebagai negara sponsor teroris, sesuatu yang sempat hilang di era Obama

Donald Trump
Amerika Serikat mengumumkan sanksi baru terhadap Iran setelah melakukan uji coba rudal.

Langkah itu dikecam oleh Teheran yang juga akan memberlakukan "pembatasan hukum pada individu dan entitas Amerika".

Dalam sebuah pernyataan hari Jum'at (3/2), Departemen Keuangan AS menambah 13 warga Iran dan 12 perusahaan ke daftar sanksi.

Beberapa diantaranya berbasis di Lebanon, Uni Emirat Arab dan China.

"Dukungan Iran pada terorisme dan pengembangan program rudal balistik menimbulkan ancaman bagi wilayah tersebut, bagi mitra kami di seluruh dunia, dan bagi AS", ujar direktur Kontrol Aset Luar Negeri Depertemen Keuangan, John Smith.

Salah satu sanksi diberikan kepada pengusaha Iran, Abdollah Asgharzadeh.

Pengusaha ini diketahui mendukung Industri Shahid Hemmat, anak perusahaan entitas Iran yang menjalankan program rudal balistik, ungkap pihak AS.

Departemen Keuangan AS pun memberi sanksi pada sebuah jaringan di Lebanon yang dijalankan oleh Garda Revolusi Iran.

Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk sanksi AS dan bersumpah akan membalas tindakan tersebut.

"Dalam pembalasan atas sanksi AS, Iran akan memberlakukan pembatasan hukum untuk beberapa individu dan entitas Amerika yang terlibat dalam pendirian kelompok teroris regional", diberitakan dari televisi pemerintah Syi'ah.

"Iran tidak terpancing oleh ancaman karena kami melindungi rakyat. Kami tidak akan pernah memulai perang, kami hanya mengandalkan ini untuk membela diri", tulis Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif di Twitter.

Iran sebelumnya telah melarang tim gulat AS berpartisipasi dalam kompetisi Piala Dunia Freestyle sebagai balasan kebijakan Trump yang melarang visa bagi warga Iran. (Al-Jazeera)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.