Presiden AS dari partai Republik, Donald Trump, menunjukkan kemarahannya terhadap Republik Syi'ah Iran.

Donald Trump tegaskan ia bukan Obama
Presiden AS dari partai Republik, Donald Trump, menunjukkan "kegeramannya" terhadap Republik Syi'ah Iran.

Lewat akun Twitternya, Trump menyoroti sejumlah masalah yang dilakukan Iran dan mengganggu banyak negara, termasuk AS.

Ia menuduh Teheran mengambil keuntungan di Irak. Sementara AS 'lah yang bertahun-tahun membakar uang di sana untuk perang dan membentuk ulang negeri itu pasca Saddam Hussein.

"Iran dengan cepat mengambil lebih dan lebih dari Irak, bahkan setelah AS menyia-nyiakan 3 triliun Dollar di sana. Ini jelas sekali!", tulis Trump, Rabu (1/2).

Seperti diketahui, pada era Obama, pengaruh Iran menguat di Irak, dengan menguatnya milisi Syi'ah yang disokong Teheran dalam operasi anti ISIS.

Sehari kemudian, ia membuat tweet terkait uji coba rudal balistik Iran.

"Iran secara resmi mengumumkan uji coba rudal balistik. Seharusnya mereka bersyukur dengan kesepakatan mengerikan (era Obama) yang dibuat dengan AS", kecamnya.

Trump memang mengkritik sikap lembek Obama pada Iran. Membuat negara Syi'ah itu mendapat keringanan sejumlah sanksi setelah kesepakatan nuklir.

"Iran bermain api. Mereka tidak menghargai bagaimana 'jenis' Presiden seperti Obama cocok dengan mereka. (Tapi itu) bukan saya!", tulisnya.

Presiden baru AS, Donald Trump, memang dikenal blak-blakan menyampaikan sikapnya.

Perkembangan Iran di era Obama dianggapnya sebagai ancaman bagi kawasan Timteng, sehingga harus diberi sikap keras.

AS telah menjatuhkan sanksi finansial baru bagi puluhan individu dan entitas Iran.

Trump juga menunjukkan penentangan pada apa yang disebutnya "teroris Islam radikal", yang dipandang bisa membahayakan AS. Sehingga jadi alasan menyetop imigran dari sejumlah negara. (Reuters/Twitter)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.