Tito menyoroti informasi adanya upaya mobilisasi massa dari luar Jakarta untuk mengikuti 112

Kapolri Jenderal Tito Karnavian (foto Okezone)
Aksi 112 dari FPI, FUI dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI akan digelar esok dengan acara doa bersama di Masjid Istiqlal.

Awalnya, aksi bela Islam lanjutan ini akan digelar dengan longmarch dari Monumen Nasional ke Bundaran Hotel Indonesia, tapi tidak mendapat izin polisi.

"Rencananya sih kita shalat Subuh berjama'ah di Masjid Istiqlal. Sampai selesai, ya mungkin jam tiga. Tergantung jama'ahnya, kalau diarahkan Istiqlal, ya nggak akan ada gerak jalan," ujar Laskar FPI Maman Suryadi.

Kesepakatan aksi di Masjid Istiqlal juga disampaikan oleh pemimpin FPI Habib Rizieq Shihab usai pertemuan antara Menkopolhukam Wiranto dengan pemimpin GNPF MUI lainnya pada Kamis (9/2).

"Mengingat suhu politik menjelang pilkada di DKI Jakarta ini makin memanas, kemudian adanya gerakan-gerakan yang kami khawatir menjadi provokasi yang tidak sehat yang bisa menimbulkan kaos atau kerusuhan dan lain sebagainya, karena kita tahu juga pada hari tersebut kebetulan ada dua paslon yang akan melakukan kampanye terakhir, akan mengerahkan massa yang cukup besar", kara HRS.

"Jadi kami tidak mau terjebak dalam kampanye yang sedang dilakukan", lanjutnya.

Kapolda Metro Jaya M Iriawan serta Menkopolhukam Wiranto juga sudah memastikan aksi 112 tidak akan turun ke jalan.

Wiranto menegaskan komitmen pemerintah terhadap penegakan hukum atas berbagai kasus aksi dari GNPF MUI serta FPI.

"Tadi sudah kita bincangkan, aktivitas yang dilakukan, betul-betul tidak melanggar hukum yang sudah kita tentukan, untuk masalah-masalah yang terkait unjuk rasa maupun menyangkut masalah pemilu atau pilkada itu", kata Wiranto.

Kepala Polisi RI Jenderal Tito Karnavian juga mengingatkan agar massa tidak turun ke jalan.

“Kami sudah peringatkan kalau mau ibadah silakan beribadah tapi jangan akal- akalan mau tumpah ke jalanan dalam rangka memberikan kesan provokatif dan berpotensial melanggar hukum”, katanya.

Ia pun menyoroti upaya mobilisasi massa dari luar Jakarta untuk mengikuti aksi 112.

Tito meminta panitia penyelenggara aksi, yakni FUI, agar tidak membuat massa luar Jakarta turun ke jalan pada Sabtu (11/2).

"Kami sudah mendengar ada beberapa unsur dari luar kota yang datang dan kami sudah tahu unsurnya dari mana. Dari kelompok tertentu dan bukan masyarakat biasa lagi", kata Tito, Jum'at (10/2).

Polisi melarang massa aksi 112 melakukan longmarch berlandaskan aturan Pasal 6 Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.

Jika tidak dipatuhi, Polri bersama TNI akan membubarkan massa sesuai Pasal 15.

"Siapapun yang melakukan aksi di Monas tanpa pemberitahuan berarti melanggar UU Nomor 9 tahun 1998 dan akan kami terapkan Pasal 15 yaitu pembubaran yang bisa dengan upaya paksa", kata Tito. (BBC Indonesia/CNN Indonesia)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.