Pelaku tidak menyembunyikan permusuhan terhadap Muslim selama interogasi panjang oleh polisi





Alexandre Bissonnette

Pelaku penyerangan Masjid Quebec, Kanada, diketahui menyewa apartemen di dekat lokasi, menurut para tetangga. Hal ini diduga sebagai bagian dari rencana penyerangan.

Menurut kesaksian, Alexandre Bissonnette (27) pindah ke apartemen tersebut sejak Juli lalu dan kerap mengendarai mobil truk Mitshubisi.

Tetangga lainnya di lantai keempat mengatakan, ia tidak pernah berbicara pada Bissonnette, tapi sering mendengar permainan piano.

Sedangkan, tetanggga dari orang tuanya menyebut Bissonnete berbagi apartemen dengan kembarannya.

Polisi menolak untuk membahas motif penembakan itu, tapi teman-teman dan kenalan onlinenya mengaku jika Bissonnette pernah menyatakan sentimen anti-imigrasi, terutama terhadap pengungsi Muslim.

Penegak hukum maupun badan intelijen Amerika Serikat, menduga tersangka bersimpati kepada ideologi nasionalis sayap kanan.

Bissonnette diketahui merupakan penyuka laman Facebook Donald Trump dan politisi Prancis sayap kanan Marine Le Pen. Halaman Facebooknya telah ditutup sejak kejadian penyerangan.

Surat kabar La Presse Montreal melaporkan, pelaku tidak menyembunyikan permusuhan terhadap Muslim selama interogasi panjang oleh polisi.

Ia juga tertarik dengan senjata dan telah berlatih menembak di sebuah klub.

Di kehidupan normal, Bissonnette merupakan mahasiswa ilmu sosial di Université Laval.

Menteri keamanan publik Quebec, Martin Coiteux, menegaskan keamanan ditingkatkan di semua lembaga agama, terutama di masjid-masjid.

Menurut Coiteux, polisi selalu menindak serius laporan pelecehan agama dan kebencian, meski jarang memberitahu masyarakat mengenai hasil penyelidikan. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.