Pemulihan terjadi setelah tahun lalu Lebanon "dihukum" karena dianggap tidak bersikap tegas kepada Iran

Ilustrasi (Reuters)

Arab Saudi akan menunjuk duta besar barunya untuk Lebanon. Hal ini dilakukan untuk mendorong kembalinya wisatawan Arab dan meningkatkan penerbangan ke sana, menurut kantor presiden Lebanon.

Menteri Urusan Teluk Thamer al-Sabhan menginformasikan kepada Presiden Michel Aoun mengenai perubahan ini ketika bertemu di istana kepresidenan, Senin (6/2), dilansir dari Arabnews.

Mantan duta besar Arab Saudi sudah meninggalkan Beirut sejak musim panas tahun lalu. Sebagai bentuk kemarahan Saudi terkait sikap Lebanon yang tidak tegas pada Iran.

Aoun, sekutu politik kelompok Syi'ah Hezbollah, terpilih Oktober lalu setelah ada kesepakatan mengangkat politisi Muslim Sunni, Saad al-Hariri, sebagai perdana menteri.

Aoun berusaha memperbaiki hubungan dengan Arab Saudi ketika ia mengunjungi Riyadh awal tahun ini.

Kunjungan tersebut memang membantu memperbaiki hubungan.

Presiden Lebanon juga berharap perjalanan ini dapat mencabut nasihat perjalanan yang diberlakukan oleh beberapa negara Teluk tahun lalu untuk tidak mengunjungi Lebanon. Akibatnya, sektor pariwisata negara tersebut terganggu.

Ketegangan kedua negara terkait posisi Lebanon dalam persaingan regional antara Arab Saudi dan Iran, dengan proksi Hezbollah.

Riyadh kecewa dengan penempatan diri pemerintah Lebanon dan kemudian membatalkan bantuan militer sebesar USD 3 miliar tahun lalu.

Ketegangan juga mengkibatkan ketidakpastian nasib sekitar 750.000 warga Lebanon yang bekerja di Saudi dan negara Teluk lainnya.

Tiap tahun, mereka berkontribusi sebesar USD 7-8 milyar untuk devisa. Sementara negara-negara Arab mempersulit pekerja Lebanon karena ingin menyelidiki oknum yang terkait Hezbollah (militan Syi'ah yang diblacklist sebagai teroris). (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.