Kepala intelijen militer Jenderal Hassan Daabul, yang juga kepercayaan Assad, dinyatakan tewas

Markas militer rezim Assad di kota Homs diserang
Serangkaian serangan berani mati ke jantung instalasi militer rezim Suriah di kota Homs telah menewaskan sedikitnya 40 orang, termasuk kepala intelijen militer kepercayaan Basyar al-Assad.

Kelompok pemantau SOHR, hari Sabtu (25/2,) melaporkan adanya ledakan keras dan tembakan susulan dalam serangan di barat kota.

"Ada sedikitnya enam penyerang dan beberapa dari mereka meledakkan diri di dekat markas keamanan dan intelijen militer", ujar Rami Abdel Rahman, direktur SOHR, kepada kantor berita AFP.

Penyerang membawa bom dalam serangan berani mati menembus markas rezim. Kontak tembak sempat terjadi dengan anggota intelijen Assad, sebelum akhirnya bom diledakkan.

Talal Barzani, Gubernur provinsi Homs, menyebut ada tiga ledakan yang menewaskan 32 orang dan melukai lebih dari 20 lainnya.

Sementara SOHR menyebut angkat tewas mencapai 42 orang (yang mungkin termasuk penyerang).

Televisi rezim mengkorfirmasi tewasnya kepala intelijen militer Jenderal Hassan Daabul.

Seorang saksi melihat penyerang masuk kantor Daabul dan meledakkan bom di sana.

Petinggi militer Assad lain, Brigadir Ibrahim Darwish (cabang Keamanan Negara), dilaporkan kritis akibat mengalami luka parah.

Aliansi pejuang yang dikenal sebagai Hay'at Tahrir Syam (HTS) atau Dewan Pembebasan Suriah diyakini yang melakukan serangan akurat ke instalasi militer itu.

Sebuah pernyataan online terkait kelompok itu, HTS mengklaim meledakkan 5 bom ke sarang militer Assad serta menewaskan 40 musuh, sementara 50 lainnya terluka.

HTS adalah gbungan dari beberapa faksi Islamis dan Jihadis, termasuk Jabhah Fathu Syam yang menyatakan telah membubarkan diri. (Al-Jazeera/SOHR/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.