Pemimpin al-Qaeda Yaman berbalik serangan AS yang menewaskan puluhan sipil termasuk warga AS sendiri

Qassim al-Rimi dari al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP)

Sekitar sepekan setelah Amerika Serikat menggempur markas al-Qaeda di Yaman (AQAP), pemimpin kelompok tersebut, Qassim al-Rimi, merilis pesan audio yang berisi kecaman pada Presiden AS, Donald Trump.

"Orang bodoh baru dari Gedung Putih mendapatkan tamparan menyakitkan di wajahnya", ujar al-Rimi dalam rekaman yang diterjemahkan oleh SITE Intelligence Group, seperti dikutip CNN Indonesia, Selasa (7/2).

Dalam rekaman 11 menit ini, al-Rimi kemudian menyebut serangan ke markas AQAP justru merugikan negara pimpinan Trump itu, karena membuat puluhan warga AS juga tewas dan terluka.

Selain 23 warga sipil, termasuk anak-anak, upaya kontra-terorisme gabungan AS dan Uni Emirat Arab itu juga menewaskan anggota Angkatan Laut Amerika.

Nawar Anwar al-Awlaki, 8 tahun, putri dari mendiang tokoh al-Qaeda Anwar al-Awlaki, juga turut menjadi korban.

Ayah Nawar merupakan seorang ulama jihadis kelahiran AS telah terbunuh dalam serangan udara 2011 silam.

Seorang pejabat militer senior AS mengatakan kepada CNN, bahwa target sebenarnya serangan itu adalah Rimi. Tapi saat serangan dilancarkan, Rimi tidak ada di lokasi.

Pejabat itu berdalih al-Rimi bukan satu-satunya target.

Sehingga, meskipun Rimi tak ada di lokasi, mereka memang mengincar lokasi untuk mengumpulkan data intelijen.

Kolonel John Thomas dari Komando Pusat AS kemudian menegaskan kembali jika operasi itu "bukan misi tingkat tinggi".

Sejumlah pengamat mengatakan, operasi ini memang kurang persiapan. AQAP bahkan dilaporkan sudah mengetahui rencana serangan.

Mereka sudah bersiap hingga terjadi baku tembak hebat antara koalisi dan AQAP.

Serangan sebetulnya sudah lama direncanakan oleh Barack Obama, tapi tak kunjung terlaksana.

Tak lama setelah dilantik, Trump langsung memberikan lampu hijau atas operasi ini.

AQAP dianggap sebagai salah satu kelompok teroris yang dianggap paling berbahaya. Walaupun AQAP juga punya hubungan baik dengan sejumlah kepala suku lokal.

Mereka pernah menyerang secara brutal sebuah rumah sakit di Yaman. Namun kelompok ini kemudian meminta maaf setelah dikecam, dan bersedia ganti rugi korban.

Awal 2015, AQAP mendalangi serangan terhadap majalah satire Perancis, Charlie Hebdo, yang dinilai kerap melecehkan Islam dan Nabi Muhammad. (CNN Indonesia/rslh)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.