Raja Salman yang secara tradisi Arab Saudi adalah Hanabilah, menggap ritual beduk adalah bid'ah

Raja Salman bersama Putra Mahkota dan Wakil
Raja Salman bin Abdulaziz akan melakukan beberapa kegiatan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (2/3) pekan depan.

Kegiatan yang dilakukan oleh Raja di masjid tersebut di antaranya adalah shalat sunah setelah shalat Zuhur, dan menandatangani buku tamu sebagai kenang-kenangan.

Namun, ada satu kegiatan yang tidak dilakukan Raja Salman di Masjid Istiqlal. Biasanya, kegiatan ini dilakukan pemimpin negara lain kala mengunjungi Masjid Istiqlal.

"Mukul beduk secara simbolis dia tidak mau, karena dianggap bid'ah. Tradisi itu anti bagi mereka orang sahid (Arab)", ujar Kepala Bagian Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abdul Salam, dikutip Tribunnews.

Tradisi pukul beduk di Istiqlal pernah dilakukan oleh beberapa tokoh negara lain yang berkunjung ke sana.

Diantaranya Presiden Barack Obama (2010), Menteri Pertanian dan Sumber Daya Air Australia Barnaby Joyce (2015), dan Ketua Majelis Permusyawaratan Politik Tiongkok Yu Zhengsheng (2015).

Seperti diketahui, bid'ah adalah perbuatan terkait ibadah, atau mirip ibadah, yang tidak dikenal dalam sejarah Nabi Muhammad.

Raja Salman adalah pengikut mazhab Hanbali sangat ketat soal bid'ah. Sedangkan Syafi'iyah Indonesia menganggapnya sebagai tradisi lokal. (Tribunnews/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.