Terdakwa penista agama, Basuki alias Ahok, dan pasangannya Djarot Saiful Hidayat, memimpin perolehan hitung cepat dengan jumlah suara mencapai 43%

Infografis Quick Count pilkada DKI Jakarta, pukul 16:00 WIB (Detikcom)
Hasil sementara berbagai hitung cepat pilkada DKI Jakarta menunjukkan tak ada satupun calon yang meraup di atas 50% suara, sehingga pertarungan akhir kemungkinan besar harus dilakukan 2 putaran.

Terdakwa penista agama, Basuki alias Ahok, dan pasangannya Djarot Saiful Hidayat, memimpin perolehan hitung cepat dengan jumlah suara mencapai 43%.

Namun perolehan ini belum cukup membuat pasangan calon petahana menang pilkada, karena diperlukan 50% + 1 suara untuk menduduki kursi penting gubernur ibukota.

Pasangan calon Anies Baswedan dan Sandiaga Uno membuntuti di posisi ke-2 dengan perolehan suara hingga 39%. Anies-Sandi berpeluang besar menantang Ahok-Djarot di putaran kedua.

Sedangkan kubu Kuda hitam, Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni, gagal mempertahankan tren elektabilitasnya hingga hari pencoblosan.

Pasangan ini berada di urutan terakhir dan hanya memperoleh sekitar 17% suara.

Data hitung cepat dari sejumlah lembaga survei memang belum mencapai 100%, namun pola statistik yang sudah terlihat stabil, sangat kecil kemungkinan terjadinya perubahan signifikan.
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.