Delapan serangan diyakini berasal dari jet Rusia. Serangan juga menghancurkan beberapa gedung

Korban serangan udara di Idlib (orient-news)

Serangan udara di Idlib, Suriah membunuh sedikitnya 30 orang pada Selasa (7/2), menurut saksi dan petugas penyelamat.

Delapan serangan diyakini berasal dari jet Rusia. Serangan juga menghancurkan beberapa gedung.

Kementerian Pertahanan Rusia membantah laporan tersebut melalui kantor berita Interfax.

Dua petugas penyelamat mengatakan, korban tewas sebanyak 30 jiwa, sedangkan SOHR memberikan jumlah sekitar 26 jiwa.

Jumlah ini diperkirakan akan meningkat karena petugas penyelamat masih bekerja mencari korban di reruntuhan.

"Kami masih berusaha menemukan mayat dari reruntuhan", kata Issam al Idlibi, seorang pekerja pertahanan sipil.

Video rekaman di media sosial yang dibuat aktivis menunjukkan warga sipil, termasuk anak-anak, dirawat di sebuah rumah sakit kota akibat cedera.

Selain Idlib, empat orang tewas dalam serangan udara di Arbin, Timur Ghouta. Tentara rezim dan milisi Syi'ah akhir-akhir berusaha mendapatkan wilayah tersebut.

Pesawat Rusia telah menyerang sejumlah kota dan desa di Suriah sejak mendukung Assad pada September 2015.

Meski demikian, menurut aktivis dan warga terdapat pengurangan serangan Rusia di provinsi Idlib sejak perjanjian genjatan senjata akhir tahun lalu.

Pesawat koalisi pimpinan AS juga meluncurkan sejumlah serangan di pinggiran provinsi yang menjadi basis utama kelompok bekas afiliasi al-Qaeda.

Populasi Idlib membengkak akibat kedatangan ribuan warga dan pejuang oposisi yang dievakuasi dari Aleppo timur tahun lalu, setelah kota tersebut direbut rezim. (Reuters).
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.