Sebanyak 26.000 pengungsi Somalia yang menyelamatkan diri ke Kenya akibat pertempuran di negerinya gagal berangkat ke AS

Imigran Muslim di AS

Sebanyak 26.000 pengungsi Somalia yang menyelamatkan diri ke Kenya akibat pertempuran di negerinya gagal berangkat ke AS.

Mereka terdampar akibat larangan perjalanan oleh pemeriontahan baru.

Yvonne Ndege, pejabat di Kantor Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) Kenya, mengatakan pengungsi telah diperiksa oleh para pejabat AS dan PBB, serta telah menunggu.

Menurutnya, 13.000 pengungsi sudah diwawancara oleh pejabat AS tapi belum bisa pergi karena Presiden AS Donald Trump membekukan program suaka.

"Kami sangat berharap masalah ini akan diselesaikan dan AS akan melanjutkan peran kepemimpinan kuatnya dan tradisi lama dalam melindungi pelarian diri dari konflik"" ujar Ndege, dilansir dari Antara.

Diantara para pengungsi, sekitar 14.500 orang berasal dari Kamp Pengungsi Dadaab di bagian timur-laut Kenya.

Proses transmigrasi muncul setelah Kenya mengumumkan penutupan Kamp Dadaab pada Mei 2016. Namun Nairobi membekukan tenggat tersebut selama enam bulan.

UNHCR menekankan pengungsi harus menerima perlakuan yang sama bagi perlindungan dan bantuan, dan kesempatan untuk bermigrasi, tanpa peduli ras, kewarganegaraan atau agama.

Menurut Ndege, transmigrasi adalah proses panjang dan dapat memakan waktu hingga dua-tahun bagi AS.

UNHCR dan semua mitranya terus menawarkan bantuan pada pengungsi saat mereka menjalani tahapan proses transmigrasi.

"UNHCR terus terlibat dengan Pemerintah AS, sebagaimana telah kami lakukan selama beberapa dasawarsa, untuk melindungi mereka yang memerlukan program transmigrasi yang aman dan terjamin", kata Ndege. (Antaranews)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.