Turki menjadi tuan rumah pertemuan oposisi Suriah, sebelum menuju perundingan Jenewa menghadapi rezim Assad

Turki menjadi tuan rumah pertemuan oposisi Suriah
Perwakilan oposisi Suriah tiba di ibukota Ankara, Turki, Jum'at (3/2). Kedatangan mereka adalah untuk membahas negosiasi Jenewa, menurut sumber diplomatik Turki.

Perwakilan dari kelompok bersenjata dan kelompok politik hadir dalam pertemuan di Kementerian Luar Negeri Turki.

Mereka akan membahas hasil perundingan Astana Januari lalu, yang berfokus pada kesepakatan gencatan senjata sejak 30 Desember.

Peserta diantaranya adalah Koordinator Umum Komite Negosiasi Tinggi (HTC) Riad Hijab dan Presiden Koalisi Nasional Suriah (SNC) Anas al-Abdah.

Selain itu, perwakilan kelompok bersenjata seperti pembicaraan Astana, perwakilan Dewan Nasional Kurdi dan Dewan Turkmen (suku keturunan Turki) di Suriah.

Bahkan sumber itu menyebut kehadiran beberapa tokoh agama, termasuk kehadiran perwakilan agama Druze dan Syi'ah Nushairiyah (Alawite).

Druze adalah komunitas yang memiliki latar belakang adat dan agama sinkretisme khas di wilayah Jabal al-Arab, dengan populasi 500.000 atau 3 persen jumlah penduduk sebelum perang, menurut data PBB.

Sedangkan Nushairiyah berjumlah sekitar 3 juta jiwa dan menyebar di pesisir Latakia. Keluarga Assad adalah penganut Nushairiyah.

Namun, diperkirakan sepertiga Nushairiyah telah tewas atau melarikan diri sejak meletusnya perang.

Assad menggunakan sentimen sektarian untuk meraih dukungan minoritas dalam menghadapi kelompok oposisi yang digalang oleh mayoritas Muslim Sunni.

Perundingan Jenewa antara pihak oposisi dengan Assad akan berlangsung setelah tanggal 20 Februari 2017. (Anadolu Agency)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.