Menteri Luar Negeri Republik Syi'ah Iran mengatakan negaranya siap berdialog dengan GCC

Wakil Menteri Luar Negeri Kuwait Khaled Al-Jarallah (Arab News)

Kuwait menyambut baik keinginan Iran berdialog dengan negara Teluk Arab. Menurut kantor berita Kuwait KUNA.

Tema pembicaraan diyakini akan cenderung soal penyelesaian perang di Suriah dan Yaman.

Iran dan mayoritas negara Arab berada di pihak yang berlawanan dalam perang Suriah maupun Yaman.

Saudi dan anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) menuduh Iran menggunakan sektarianisme Syi'ah dalam upaya memperluas pengaruhnya di Timur Tengah. Sehingga mengganggu keamanan negara Arab.

Bulan Januari, Pangeran Kuwait, Syeikh Sabah al-Ahmad al-Sabah, telah mengirimkan surat kepada Presiden Iran Hassan Rouhani agar berdialog dengan 6 anggota GCC.

Menteri Luar Negeri Republik Syi'ah, Mohammad Javad Zarif, mengatakan negaranya siap berdialog.

"Dalam hal ini, Iran juga siap. Kita harus melihat ke depan dan bersepakat kita memiliki tujuan sama meski masa depan terlihat berbeda", ujarnya.

Zarif mengatakan, Teheran berharap pesan itu menunjukkan keinginan negara-negara Teluk dalam upaya "menyelesaikan masalah".

Menyikapi pernyataan Iran itu, Wakil Menteri Luar Negeri Kuwait Khaled Al-Jarallah mengatakan: "Itu yang kami tunggu"

"Dialog akan memberikan kontribusi penyelesaian ketegangan di kawasan, apakah itu di Yaman atau Suriah, atau di manapun wilayah kami", ujar Jarallah. (Arabnews)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.