Yang dilakukan ini mirip dengan situasi seperti pada zaman PKI puluhan tahun silam

KH M Irfan Yusuf (Foto: iNews TV)
Pendataan ulama pesantren oleh polisi di Kabupaten Jombang, Jawa Timur membuat para kyai di Kota Santri Jombang resah.

Dalam situasi seperti sekarang, para kyai khawatir pendataan bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Kekhawatiran atas pendataan yang dilakukan polisi sebagaimana diungkapkan KH Mohamad Irfan Yusuf, salah satu pengasuh pondok pesantren di Dusun Tebu Ireng Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Gus Irfan panggilan akrab Kiai Mohamad Irfan Yusuf mengaku bingung dan bertanya-tanya kenapa polisi mendata para kyai.

Menurutnya, yang dilakukan polisi ini mirip dengan situasi seperti pada zaman PKI puluhan tahun silam. Cara polisi meminta data menurutnya juga sangat tidak etis.

Saat itu, polisi tiba-tiba datang ke pesantren dan meninggalkan blangko atau angket agar diisi oleh kyai tanpa memberikan penjelasan maksud dan tujuannya.

Tentu saja hal ini membuat para kiai resah dan bertanya-tanya.

Sebelumnya, Kapolres Jombang AKBP Agung Marliyanto meminta maaf kepada para kyai dan ulama atas kesalahpahaman mengenai pendataan terhadap para ulama di wilayah Kabupaten Jombang.

Menurut Kapolres yang terjadi sebenarnya hanyalah pendataan terhadap potensi wilayah yang ada di masyarakat bukan khusus terhadap para kyai.

“Bisa data potensi bencana, harga-harga kebutuhan pokok, nama-nama tokoh masyarakat dan masih banyak lagi”, kilah Kapolres. (Okezone)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.