Daftar hitam berisi 11 komandan militer dan pejabat Suriah yang diduga terlibat dalam penggunaan senjata kimia

Salah satu korban serangan Assad yang diduga memakai klorin, Aleppo timur, 2016
Dewan Keamanan PBB memutuskan akan melakukan pemungutan suara resolusi untuk mem-"blacklist" pelaku serangan gas kimia, Kamis (23/2).

Daftar hitam ini berisi 11 komandan militer dan pejabat Suriah yang diduga terlibat dalam penggunaan senjata terlarang gas klorin.

Sumber dari diplomat DK PBB mengatakan, voting akan dilakukan minggu depan, kecuali jika ada "argumen kuat" yang menentangnya.

Voting tersebut mungkin akan bertepatan dengan pembicaraan damai Jenewa antara oposisi dan rezim Assad.

"Dengan (perundingan) Jenewa di saat yang sama, kami rasa resolusi ini akan mengirimkan pesan yang kuat", ujar seorang diplomat.

Rancangan resolusi berisi larangan penjualan atau penyediaan helikopter untuk pemerintah Suriah.

"Daftar hitam" juga akan diisi dengan 10 entitas yang terlibat memproduksi dan pengembangan senjata kimia hingga bomnya.

Sanksi yang diterapkan diantaranya pembekuan aset dan larangan perjalanan ke semua negara anggota PBB.

Penyelidikan bersama oleh PBB dan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) mengungkap pasukan rezim Suriah bertanggung jawab atas tiga serangan gas klorin.

Sementara, militan ISIS diduga menggunakan gas mustard dalam satu serangan mereka.

Pemerintah Assad kerap membantah berita penggunaan senjata kimia.

Penggunaan klorin sebagai senjata dilarang dalam Konvensi Senjata Kimia. Gas klorin akan bereaksi dengan air menjadi asam klorida yang merusak jaringan makhluk hidup. Suriah bergabung dalam perjanjian pada 2013.

Namun Rusia selalu melindungi Assad dari berbagai resolusi DK PBB. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.