Hari Minggu, pesawat tempur terus membom di beberapa kota. Seperti distrik al-Waer di Homs, dan kota-kota di sekitar Damaskus

Utusan khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura (Reuters)

Aktivis Suriah pada Minggu (26/2), menyeru pemerintahan Basyar al-Assad agar terlibat pembicaraan damai Jenewa menyoal pembahasan transisi politik.

Mereka juga menyeru PBB untuk memperkuat kesepakatan gencatan senjata, karena kekerasan masih melanda di beberapa bagian negeri itu.

"Harapan kami tidak muluk, mengingat pelanggaran yang dilakukan pasukan rezim dan sekutunya (terjadi) secara terus-menerus", ujar Mutasem Alysoufi dari 'The Day after Suriah' yang mendukung transisi politik.

Hari Minggu, pesawat tempur terus membom di beberapa kota, seperti distrik al-Waer di Homs, dan kota-kota di sekitar Damaskus, menurut SOHR.

Menyebabkan satu orang tewas di Douma (pinggiran Damaskus), dan tiga di al-Waer.

Sebaliknya, roket terlihat diluncurkan dari distrik-distrik oposisi di provinsi Dara'a dan Idlib. Oposisi juga melancarkan tembakan ke pinggiran kota Aleppo.

Di bawah resolusi Dewan Keamanan no 2254, de Mistura seharusnya mengembangkan rencana pemantauan dan sanksi dari kesepakatan gencatan senjata, menurut Alysoufi.

"Jadi ini adalah tugas PBB", katanya.

Alysoufi tidak mempercayai delegasi rezim Assad yang dipimpin oleh Basyar al-Ja'afari, punya itikad baik untuk pembicaraan politik serius.

"Mereka (hanya) ingin mengulur waktu untuk melanjutkan strategi militer mereka di medan perang", ujarnya.

Dr Mazen Kewara, direktur wilayah Turki dari kelompok 'Syrian American Medical Society' (SAMS), meminta PBB memonitor gencatan senjata.

Ia juga mengharapkan akses aman dan tanpa hambatan bagi para pekerja kemanusiaan agar bisa mencapai warga sipil Suriah yang membutuhkan.

"Kami lebih memilih gencatan senjata, gencatan senjata yang benar di semua wilayah Suriah", pintanya.

"Tapi jika itu tidak mungkin, kami ingin adanya daerah aman agar dapat memberikan layanan dan perlindungan kepada warga sipil maupun petugas kesehatan", ungkapnya. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.