Paus menyarankan, lebih baik menjadi seorang Atheis daripada jadi Katolik tapi menjalani kehidupan munafik

Paus Fransiskus memberikan kecupan pada bayi saat memimpin khalayak dalam acara mingguan. (Vatikan, 22/2/2017. Reuters)
Paus Fransiskus menyampaikan kritik tajam bagi orang-orang yang mengikuti Gereja di bawahnya, Kamis (23/2).

Ia menyarankan, lebih baik menjadi seorang Atheis daripada jadi Katolik tapi menjalani kehidupan munafik.

Dalam khotbah Misa paginya, ia berkata: "Itu adalah skandal, mengatakan satu hal tapi melakukan yang berbeda. Itu hipokrit"

"Ada orang yang mengatakan 'saya sangat Katolik, saya selalu pergi menghadiri Misa, saya bergabung dalam perkumpulan ini dan itu", ujar kepala Gereja Katolik Roma itu.

Menurutnya, beberapa orang juga harus mengaku bahwa: "'hidup saya tidak (sesuai ajaran) Kristen, saya tidak menggaji karyawan dengan benar, saya mengeksploitasi orang, saya melakukan bisnis kotor, saya mencuci uang, (saya punya) kehidupan ganda'..."

Paus Fransiskus menyebut orang-orang seperti itu menyebabkan skandal.

"Berapa kali kita semua mendengar orang mengatakan 'jika orang (munafik) itu seorang Katolik, lebih baik menjadi Atheis'...", katanya.

Sejak terpilih pada 2013, Paus sering mengingatkan umat Katolik, baik pastor maupun awam, agar mempraktekkan khotbah yang mereka dengar.

Dalam khotbahnya, Paus Fransiskus pernah mengutuk pelecehan seksual terhadap anak-anak oleh para pastor, menyamakannya dengan "Satanic Mass".

Ia juga meminta kepada kardinal agar tidak bertindak seperti seorang "pangeran".

Kurang dari dua bulan setelah terpilih, Paus kelahiran Argentina itu mengatakan, orang Kristen harus melihat Atheis sebagai orang baik jika mereka berbuat baik. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.