Partai nasionalis Hindu ingin mengusir pengungsi Muslim Rohingya di Kashmir karena dituding bisa mengganggu keamanan

Ilustrasi wilayah Kashmir India (AA)

Partai nasionalis Hindu ingin mengusir pengungsi Muslim Rohingya dari wilayah Jammu dan Kashmir. Kehadiran pengungsi dianggap sebagai ancaman.

Dalam satu minggu terakhir, Partai Panthers Nasional di Jammu dan Kashmir memasang papan iklan besar di distrik yang didominasi warga Hindu. Ini menjadi strategi politik pemimpin partai, Harsh Dev Singh.

Salah satu papan iklan bertuliskan: "... Bangun warga Jammu. Masyarakat Rohingya, Bangladesh, harus keluar. Ayo kita warga Jammu bersatu menyelamatkan sejarah, budaya dan identitas Dogras"

Singh dan anggota partai lain turun ke jalan 29 Januari lalu, membawa spanduk hitam bertuliskan: "Imigran Bangladesh dan Rohingya keluar dari Jammu"

"Ini bukan politik komunal (isolasi) seperti yang disebut media Kashmir, tapi kami tidak ingin warga asing menetap di sini. Anda bisa lihat warga Rohingya dan Bangladesh ada di mana-mana dan mereka adalah ancaman keamanan..", kata Singh.

Singh dan partainya menganggap pengungsi sebagai ancaman eksistensi etnis Dogras, sebuah komunitas Hindu di Kashmir sebelum wilayah ini dikuasai India.

Para analis percaya, tindakan partai bermaksud untuk mengobarkan gairah masyarakat Hindu di wilayah Jammu Kashmir.

Namun, Ketua Menteri di negara bagian Jammu Kashmir, Mehbooba Mufti, memiliki pendapat yang berbeda.

Menurutnya, 5.743 Rohingya sudah tinggal di sana. Sejauh ini, tidak ada indikasi sikap radikal dari mereka.

Di lain pihak, partai Panthers menuntut pemberian kependudukan kepada pengungsi Hindu dari Pakistan yang melarikan diri ke Jammu dan Kashmir, setelah berakhirnya kekuasaan kolonial Inggris pada 1947.

"Para pengungsi Pakistan Barat adalah warga India dan mereka harus mendapatkan kewarganegaraan Kashmir, tidak peduli jika mereka bukan warga negara menurut Pasal 370", kata Singh.

Pemberian kewarganegaraan pengungsi Hindu dari Pakistan juga merupakan agenda politik Partai Bharatiya Janta (BJP). Sayap kanan Hindu yang saat ini memerintah India.

Bagi Muslim Kashmir, status kewarganegaraan bagi pengungsi Hindu menggambarkan upaya India membuat komunitas Islam menjadi minoritas di tanah airnya sendiri. (Anadolu Agency)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.