Abbas menyambut permintaan Trump agar Israel menahan diri dari pembangunan permukiman ilegal di Tepi Barat

Presiden Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (CNN.com)
Presiden Mahmoud Abbas menuntut penghentian perluasan pemukiman Israel di wilayah Palestina.

Kantor Kepresidenan otoritas Palestina mengeluarkan pernyataan, Rabu (15/20), setelah Donald Trump dan Benjamin Netanyahu berbicara lewat konferensi pers bersama di Washington.

Dalam kesempatan itu, Trump sempat berkata kepada Netanyahu: "Saya ingin melihat anda menarik kembali sedikit pemukiman"

Abbas menyambut permintaan Trump agar Israel menahan diri dari pembangunan permukiman ilegal di Tepi Barat.

"Presiden meminta (Israel) mengikuti (permintaan Trump) dan masyarakat internasional, sehingga menghentikan semua kegiatan pembangunan permukiman, termasuk di Jerusalem Timur yang diduduki", ungkap pernyataan Kepresidenan Palestina.

Namun, Palestina juga Trump agar AS turut serta menyelesaikan solusi dua-negara.

Trump memang sempat meminta Abbas terbuka pada alternatif lain, tapi Palestina tetap ingin mewujudkan solusi dua-negara.

"Presiden Palestina menekankan komitmennya terhadap solusi dua negara dan (dukungan) hukum serta legitimasi internasional agar mengakhiri pendudukan Israel, hingga mendirikan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya", lanjut pernyataan.

Pernyataan Abbas menegaskan, Palestina siap dengan diskusi damai yang difasilitasi pemerintahan Trump.

Sementara itu, Trump mengatakan akan mengikuti keputusan kedua belah pihak, Israel dan Palestina.

"Saya sedang memantau keduanya, saya menyukai apa yang mereka sukai", kata Trump. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.