6 relawan palang merah tewas akibat serangan sebuah kelompok tidak dikenal

Ilustrasi Afghanistan (Trt.Net)
Komite Palang Merah Internasional (ICRC) sejak Kamis (9/2) menghentikan sementara kegiatan bantuan di Afghanistan.

Keputusan diambil pasca terjadinya serangan yang menewaskan enam pekerja ICRC saat memberikan bantuan ke wilayah terpencil.

"Kami akan menahan operasi setidaknya seminggu setelah serangan semalam", ujar Thomas Kaca, pekerja bantuan dan petugas hubungan masyarakat ICRC, dilansir dari Al-Jazeera.

"Kami sudah di Afghanistan selama 30 tahun untuk membantu orang yang membutuhkan. Kami ingin memberikan bantuan tetapi tidak dengan membahayakan rekan-rekan kami. Jadi kami perlu tahu apa yang terjadi sebelum memulai bantuan lagi", lanjutnya.

Operasi pencarian sedang berlangsung dalam upaya menemukan dua relawan yang masih hilang.

Kepala polisi Jowzjan Rahmatullah Turkistani mengatakan, mayat korban pekerja ICRC telah dibawa ke ibukota provinsi.

Kepala ICRC menyebut insiden sebagai "serangan terburuk terhadap kami" sejak 20 tahun terakhir. Masih belum diketahui siapa yang bertanggung jawab atas penyerangan.

"Anggota staf hanya melakukan tugas mereka, tanpa pamrih berusaha membantu dan mendukung masyarakat setempat", kata Presiden ICRC Peter Maurer.

Saat itu, pekerja ICRC sedang memberikan bantuan ke daerah yang dilanda badai salju.

Cuaca membuat wilayah Afghanistan tertutup sedalam 2 meter, menyebabkan longsor yang menewaskan lebih dari 100 orang.

Juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid kepada Al-Jazeera mengatakan bahwa kelompoknya tidak terlibat dalam serangan itu. (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.