Aliansi oposisi, termasuk sejumlah politikus akan menghadiri perundingan Jenewa yang digagas PBB

kepala kordinator HNC Riad Hijab hadir pada pertemuan dengan Presiden Prancis Francois Hollande di Istana Elysee, Prancis, 12/12/16 (Reuters)
Kelompok oposisi Suriah pada Minggu (12/2), membuat perwakilan baru untuk mengikuti pembicaraan damai Jenewa.

Komite Tinggi Negosiasi (HNC) mengatakan, tim baru negosiator terdiri dari 21 anggota, termasuk dua aliansi yang sebelumnya kerap berselisih.

Kedua aliansi tersebut (tidak disebutkan) tidak menyetujui adanya perlawanan bersenjata dan bersikeras membawa perubahan politik melalui cara damai.

Salah satu anggotanya yaitu mantan menteri pemerintahan Suriah yang memiliki hubungan dekat dengan Moskow.

Menurut kepala negosiator Mohammad Sabra, delegasi ini sudah mencakup berbagai kelompok. Ia menuduh kekuatan asing mencoba memaksakan pendapat tentang komposisi delegasi.

Nasr al Hariri, seorang tokoh oposisi veteran dari Suriah selatan, ditunjuk sebagai ketua tim negosiasi.

Perundingan Jenewa rencana dilaksanakan pada tanggal 20 Februari.

Tujuan dari negosiasi ialah transisi politik di bawah naungan PBB, agar Presiden Suriah Basyar Assad tidak lagi memiliki peran di negara itu, menurut HNC.

Mereka juga mengatakan, kekuatan asing tidak punya hak menyajikan visi sistem politik Suriah selanjutnya, tanpa persetujuan dari rakyat.

Rusia bulan lalu mengajukan rancangan konstitusi baru, meski Moskow bersikeras rancangan hanya untuk keperluan diskusi. (Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.