"Kami memiliki pengalaman dengan rezim. Mereka di sini bukan untuk bernegosiasi tentang transisi politik, tapi ingin mengulur waktu dan melakukan lebih banyak kejahatan di Suriah"

Perwakilan khusus PBB untuk Suriah Staffan De Mistura (Reuters)
Mediator PBB dalam perundingan Suriah, Staffan de Mistura, tidak berharap adanya solusi langsung dari pembicaraan damai antara pihak Assad dan oposisi.

Ia ingin pembicaraan dapat memulai proses solusi politik untuk mengakhiri perang.

"Apakah saya mengharapkan terobosan? Tidak, saya tidak mengharapkan terobosan", ujar de Mistura dalam konferensi pers pada Rabu (22/2).

"Tetapi saya mengharapkan agar terjaga momentum yang pro-aktif", lanjutnya.

De Mistura mengatakan, Rusia, yang merupakan sekutu Basyar al-Assad, telah meminta rezim untuk "tenang" di daerah yang tersentuh perjanjian gencatan senjata selama pembicaraan berlangsung.

Negara pendukung oposisi juga diminta mendesak para pejuang agar mengurangi serangan.

Oposisi Suriah menyerukan perundingan tatap muka dengan delegasi rezim Assad.

Mereka berharap ada "mitra yang serius" dalam menjamin perundingan, karena merasa ragu pada komitmen Damaskus.

Menurut juru bicara Salem al-Muslet, delegasi oposisi tidak ingin pembicaraan berjalan seperti tahun lalu, yang tak membuahkan hasil.

"Kami memiliki pengalaman dengan rezim. Mereka di sini bukan untuk bernegosiasi tentang transisi politik, tapi ingin mengulur waktu dan melakukan lebih banyak kejahatan di Suriah. Tidak ada kepercayaan pada rezim", kritiknya.

Sementara itu, Dewan Keamanan PBB menilai situasi kemanusiaan Suriah akan terus memburuk di tengah ketiadaan solusi politik dalam krisis berlarut ini.

Pimpinan Dewan, Volodymyr Yelchenko, menyimpulkan bahwa DK PBB berharap pembicaraan Jenewa akan membawa hasil nyata, sambil menuju "transisi politik yang didukung warga Suriah".

Menurut Yelchenko, kekuasaan Assad akan jadi salah satu tema pembicaraan.

Pembicaraan Jenewa akan fokus pada politik. Namun de Mistura juga berharap pembicaraan di Astana, Kazakhstan, diadakan kembali membahas gencatan senjata dan isu-isu kemanusiaan, termasuk para tahanan.

De Mistura menolak membeberkan lebih lanjut format pembicaraan Jenewa yang akan dimulai dengan pertemuan bilateral.

Tapi ia menjelaskan, negosiasi akan didasarkan pada resolusi Dewan Keamanan PBB 2254, yang berisi tentang pembentukan pemerintahan kredibel dan inklusif, perancangan konstitusi baru, dan pemilihan umum yang transparan. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.