Iran adalah kendala utama setiap kesepakatan politik, menurut oposisi Suriah di Jenewa

Suasana jelang perundingan Jenewa
Mediator PBB Staffan de Mistura memohon oposisi dan rezim "bekerja sama" mencari jalan keluar dari perang yang berkecamuk.

"Saya meminta anda untuk bekerja sama. Saya tahu, tidak mudah mengakhiri konflik yang mengerikan ini, juga mencari dasar agar negara (anda) dapat damai, berdaulat dan bersatu", ujar Mistura.

Mistura akan mengadakan pertemuan dengan delegasi pada Jumat (24/2) untuk menetapkan prosedur pembicaraan.

Ia berharap akan dilakukan pembicaraan tatap muka. Pada pembicaraan Jenewa 2016 lalu, de Mistura hanya menjadi mediator antara pihak-pihak yang tidak bertemu secara langsung.

De Mistura juga mengatakan kepada perwakilan pemerintah Presiden Bashar al-Assad, bahwa mereka memiliki tanggung jawab bersama untuk mengakhiri konflik.

"Orang-orang Suriah sangat ingin mengakhiri konflik ini dan Anda semua tahu itu," katanya, berbicara pada pertemuan.

Mistura menegaskan perundingan akan berpegang pada resolusi Dewan Keamanan PBB 2254.

Isinya menyerukan konstitusi baru, pengawasan PBB terhadap pemilu, dan pemerintahan yang transparan serta akuntabel.

Genjatan sencata yang ditengahi oleh Rusia-Turki telah membuka peluang tersebut.

"Usaha itu membantu untuk memulai proses (politik)... untuk melihat apakah ada jalan politik, dan kami tidak ingin melewatkan kesempatan ini", katanya.

Sementara kepala negosiator delegasi oposisi, Nasr al-Hariri, mengatakan:

"Jika Staffan serius, ia harus berpegang pada subjek utama agenda, yaitu transisi politik yang diinginkan oleh rakyat Suriah"

Ia menambahkan, delegasi rezim Assad tidak ingin adanya transisi. Al-Hariri juga khawatir dengan peran Iran di belakang layar.

"Iran adalah kendala utama setiap kesepakatan politik", katanya.

Seperti diketahui, Iran adalah negara Syi'ah yang bersekutu dengan Assad, penganut Alawite, sebuah sekte sempalan Syi'ah.

Sedangkan mayoritas rakyat Suriah merupakan Muslim Sunni. Sehingga jika Assad tumbang maka pupus pula pengaruh Iran. (Reuters/rslh)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.