Oposisi berharap Rusia mendukung rakyat Suriah, bukan 1 orang (Assad) yang menghancurkan negara demi mempertahankan kekuasaan

Pemimpin delegasi negosiasi pihak oposisi Suriah Nasr al-Hariri (Arab News)
Oposisi Suriah mendesak Rusia, sekutu utama Basyar Assad, untuk menekan Damaskus bersikap serius dalam pembicaraan damai Jenewa, Senin (27/2).

Komite Tinggi Negosiasi (HNC) berharap bertemu delegasi Rusia hari Selasa (28/2) ini di Swiss.

"Kami sangat berharap bisa membujuk Rusia berdiri bersama rakyat Suriah", ujar kepala delegasi HNC, Nasr al-Hariri, setelah pembicaraannya dengan utusan PBB Suriah, Staffan de Mistura.

"Kami berharap Rusia akan membela rakyat Suriah dan tidak membela satu orang yang telah menghancurkan seluruh Suriah demi kekuasaannya", tambahnya, mengacu pada Assad.

Sebelumnya, de Mistura berhasil membujuk negosiator rezim dan oposisi berada di satu ruangan ada upacara pembukaan pekan lalu. Namun sejak itu, para delegasi melaksanakan pembicaraan secara terpisah.

Sumber Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa Gennady Gatilov, wakil menteri luar negeri, akan bertemu negosiator oposisi beserta semua pihak di Jenewa.

Gatilov dan Sergei Vershinin, kepala kementrian bagian Timur Tengah berada di Jenewa untuk sesi pertemuan ke-34 Dewan HAM PBB.

"Dalam rangka pembicaraan sesama Suriah di Jenewa, kami akan bertemu dengan semua pihak, termasuk oposisi, yang diwakili lebih dari satu kelompok", menurut sumber kementerian.

"Hanya ada satu tujuan: Mencapai kemajuan menuju solusi politik sesuai Resolusi 2254 (DK PBB)... dan untuk menguatkan kesepakatan gencatan senjata", lanjut sumber.

Di Jenewa, al-Hariri terlihat lebih optimis setelah melakukan pertemuan terbaru dengan utusan PBB.

"Pertemuan ini lebih positif daripada yang sebelumnya", katanya kepada wartawan.

Ia percaya Moskow menunjukkan tanda-tanda keterbukaan.

"Mereka berusaha netral... Kami melihat keterbukaan mereka, terutama saat bertatap muka dengan faksi moderat revolusioner", lanjutnya.

De Mistura mengeluarkan beberapa peraturan perundingan bagi rezim dan oposisi, seperti larangan penggunaan ponsel, alat perekam, dan menghindari kalimat menyerang.

"Gunakan bahasa dan perilaku yang sesuai, hindari perilaku ofensif, merendahkan, serangan inflamasi atau pribadi, bak dalam maupun di luar pertemuan", jelas de Mistura.

Sementara itu, Dewan Keamanan PBB akan melakukan voting rancangan resolusi sanksi atas penggunaan senjata kimia di Suriah yang menyasar para pejabat militer Assad. (Arabnews)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.