Arab Saudi sebagai produsen terbesar menawarkan pengurangan produksi, jika Iran membatasi outputnya tahun ini

Ilustrasi (Zerohedge.Com)

Harga minyak naik pada Senin (27/2). Minyak Brent LCOc1 naik 0,2 persen menjadi $ 56,09 per barel, sementara West Texas Intermediate CLc1 naik 0,1 persen menjadi $ 54,04 per barel.

Jumat (24/2) lalu, harga minyak sempat jatuh setelah Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan data persediaan minyak mentah AS naik selama 7 minggu.

Pasar bertahan dalam kisaran perubahan harga antara $ 4-5 sejak November lalu. Dimana Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lain sepakat memotong produksi.

"Data EIA menunjukkan bahwa stok naik sebesar 564.000 barel menjadi 518.700.000 barel pekan lalu", menurut catatan ANZ.

Namun, itu adalah peningkatan terendah dalam beberapa bulan. Jika tren berlanjut selama beberapa minggu, maka pemotongan produksi OPEC mulai berdampak.

Keputusan OPEC sempat mengejutkan pasar, terutama Uni Emirat Arab dan Irak yang berjanji ikut mengejar target.

Badan Energi Internasional menetapkan pemenuhan produksi OPEC sebesar 90% pada Januari. Menurut survei data Reuters, produksi saat ini sebesar 88%.

"Pasar berdagang dalam kisaran (tertentu). Pemotongan pasokan OPEC membuatkan dasar bagi pasar pada tahap ini", ujar Ric Spooner, kepala analis pasar di CMC Markets, Sydney.

Arab Saudi sendiri sebagai produsen terbesar menawarkan pengurangan produksi, jika Iran membatasi outputnya tahun ini, menurut sebuah sumber. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.