Pertemuan ini akan menjadi ajang pengujian Menlu baru AS, Rex Tilleron, terkait posisinya dalam masalah Suriah

Menlu AS Rex Tillerson (Reuters)
Negara penentang Presiden Suriah Basyar al-Assad akan mengadakan pertemuan pada Jum'at (17/2). Pembicaraan bertujuan untuk mencari kesepakatan tertentu jelang pembicaraan damai Jenewa pekan depan.

Rencana muncul mengingat saat ini Assad berada dalam posisi kuat akibat dukungan Rusia, serta belum jelasnya arah kebijakan Presiden AS Donald Trump terkait Suriah.

"Pertemuan ini sangat mendesak untuk melihat apakah semua negara memilii pikiran yang sama", ujar seorang sumber diplomatik Perancis.

"Ini kesempatan mendorong semua pihak ke tujuan yang sama sebelum pembicaraan Jenewa", lanjutnya.

Sumber mengatakan, pertemuan akan terjadi antara Amerika Serikat, Perancis, Inggris, Turki dan Arab Saudi.

Dan menjadi kesempatan pertama "menguji" Menlu AS, Rex Tillerson, mengenai masalah Suriah dan militan.

Namun, masih belum jelas sejauh mana Tillerson dapat mewakili pandangan Trump.

"Mengenai perang melawan ISIS, kami setuju. Tapi pertanyaannya, bagaimana hubungan dengan Rusia? Amerika secara bertahap akan menyadari bahwa semuanya terkait, dan perang melawan ISIS serta kerja sama dengan Moskow akan menyiratkan pilihan dan visi untuk jangka panjang", ujar seorang sumber.

"Anda tidak bisa melakukan kesepakatan dengan Moskow lalu berharap semua baik-baik saja", ia memperingatkan.

"Kami juga harus melihat keberadaan Turki dalam hubungan barunya dengan Rusia dan Iran", ujar sumber itu.

Ia menambahkan, hal itu bisa menjadi penilaian di mata negara Teluk Arab yang mendukung oposisi. (Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.