Pengacara Muslim U Ko Ni dibunuh oleh seseorang berlatar belakang militer

Suasana pemakaman Ko Ni (AA)
Polisi Myanmar menangkap tersangka utama pembunuhan pengacara Muslim akhir bulan lalu, menurut media pemerintah.

Aung Win Zaw (46) ditangkap polisi pada Senin (30/1) lalu, satu hari setelah pembunuhan di Yangon.

Tersangka berusaha melarikan diri ke negara bagian Karen. Penangkapan diumumkan pada Sabtu (4/2).

Kyi Lin, eksekutor berusia 53 tahun dari Mandalay juga telah ditangkap terkait aksi pembunuhan itu.

Ia mengaku, Aung Win Zaw menyewanya melakukan pembunuhan. Kyi Lin dijanjikan sebuah mobil.

Korban adalah U Ko Ni, penasihat hukum National League for Democracy (NLD). Ia juga menjabat sebagai ketua Asosiasi Pengacara Muslim Myanmar dan pakar masalah konstitusional.

Ko Ni membantu NLD mempersiapkan perubahan piagam 2008 agar tidak lagi mendukung junta militer.

Ko Ni juga secara terbuka mengkritik peran militer di pemerintahan Myanmar bahkan setelah partai NLD mengambil alih kekuasaan Maret lalu.

Ko mendesak anggota parlemen NLD mempercepat perubahan piagam.

Motif pembunuhan belum diketahui. Pemerintah menduga insiden sebagai upaya mengacaukan negara.

Robert San Aung, pengacara Muslim terkemuka di Yangon juga berpendapat seperti itu.

"Saya tidak berpikir Aung Win Zaw adalah satu-satunya orang di belakang pembunuhan itu", katanya.

"Pasti ada orang kuat yang menjadi dalang pembunuhan", katanya, berspekulasi mereka berlatar belakang militer.

"Meskipun saya tidak punya bukti, saya percaya dia dibunuh karena berusaha mengubah konstitusi", kata San Aung.

Menurut laporan media lokal, tersangka Aung Win Zaw adalah mantan perwira militer yang menjalani hukuman penjara di Obo, Mandalay pusat, karena menyelundupkan patung Buddha ke negara-negara tetangga.

Aung Soe, 51, sesama mantan narapidana Obo, mengatakan kepada media lokal bahwa ia pernah didekati oleh Aung Win Zaw Juni lalu untuk melaksanakan pembunuhan.

"Dia meminta saya untuk membunuh seseorang dari agama berbeda pada siang hari di pusat kota Yangon", dikutip oleh Suara Demokrasi Burma (DVB), Jum'at.

"Dia juga mengatakan kepada saya bahwa itu akan baik bagi negara kita, bangsa kita, dan agama", katanya, menambahkan bahwa ia menolak tawaran sekitar $ 100.000, pelatihan senjata, dan tempat persembunyian di sepanjang perbatasan Myanmar-Thailand.

U Ko Ni merupakan advokat Mahkamah Agung yang kerap menyuarakan kerukunan beragama di Myanmar. Penembakan terjadi ketika ia baru kembali dari perjalanan dinas ke Indonesiaa.

Ia kerap mengkritik kebangkitan kaum nasionalis Buddha Myanmar, sehingga mengakibatkan kekerasan terhadap Muslim dalam beberapa tahun terakhir. (Anadolu/rslh)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.