Para pengkritik (sekuler/non-Islam) mengklaim, pengesahan RUU pro hudud dapat mengganggu "kebhinekaan" negara Malaysia

Salah seorang peserta aksi unjuk rasa untuk mendukung penerapan hukum pidana Islam. (bdnews24.com)
Puluhan ribu warga Malaysia berunjuk rasa di ibukota, Sabtu (18/2). Mereka mendukung penerapan hukum pidana Islam atau hudud.

RUU 335 akan membuka jalan bagi penerapan hudud sepenuhnya, seperti hukuman potong tangan dan rajam.

Tuan Ibrahim Tuan Man, wakil presiden dari partai Islamis Malaysia (PAS) mengatakan, 100.000 orang diperkirakan menghadiri unjuk rasa tersebut.

PAS telah mengusulkan RUU 335 sejak tahun lalu, tapi sempat menarikkannya untuk penyesuaian dengan konstitusi.

RUU ini akan diperkenalkan lagi kepada parlemen bulan Maret mendatang.

Para pengkritik (sekuler dan non-Islam) mengklaim, penerapan RUU hudud dapat mengganggu "struktur masyarakat multi-budaya dan multi-agama di Malaysia".

Petinggi-petinggi dari tiga partai etnis Cina dan India dalam koalisi pemerintahan Barisan Nasional, mengancam mundur dari kabinet jika RUU disahkan.

peserta aksi unjuk rasa untuk mendukung penerapan hukum pidana Islam. (sg.thenet24h.com)
"Yang disebut (RUU) 'pemberdayaan' Pengadilan Syariah hanya akan memberikan perlakuan yang tidak adil antara Muslim dengan non-Muslim di hadapan hukum", ujar LSM Bebas.

Saat ini kasus pidana ditangani oleh hukum federal Malaysia. Sedangkan, Pengadilan Syariah berada di bawah yurisdiksi negara bagian dan hanya terbatas dalam masalah keluarga, seperti perceraian dan warisan.

Para pendukung RUU Islam mengatakan, unjuk rasa bertujuan untuk menghilangkan kekhawatiran kelompok minoritas.

Menurut Ismail Borhan (33), seorang insinyur yang menghadiri rapat umum. Tujuan RUU adalah dimungkinkannya hukuman yang adil atau sepadan, serta dapat menjadi pencegah kejahatan (pembatas/had).

"Mereka yang menentang RUU memiliki pengetahuan yang kurang (terhadap Islam), hanya menentang karena memang untuk menentang", katanya.

Selama beberapa dekade, PAS berupaya mendorong Malaysia agar mengadopsi hukum hudud di negara bagian Kelantan.

Alasannya, mendukung hukum Islam adalah kewajiban mayoritas Muslim Melayu di negara itu. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.