Kelompok militan ISIS telah terdesak di kota Mosul Irak, para militan asing terjebak di Mosul barat

Warga Mosul menunggu untuk dipindahkan ke kamp pengungsian. (Reuters)
Pasukan Irak mengambil alih jembatan Mosul pada Senin (27/2). Jembatan ini dapat menghubungkan unit di kedua sisi sungai Tigris.

Jembatan saat ini masih mengalami kerusakan. Setelah diperbaiki, jembatan dapat membawa bala bantuan dan pasokan dari sisi timur. Hal ini akan menambah tekanan bagi kelompok teroris ISIS.

Pasukan Irak telah menduduki Mosul timur sejak Januari lalu, setelah 100 hari pertempuran. Mereka mulai meluncurkan serangan di distrik-distrik barat Tigris seminggu yang lalu.

Mereka juga telah mengambil alih akses selatan dan barat ke Mosul barat, mengalahkan militan di bandara, pangkalan militer, pembangkit listrik dan tiga distrik perumahan; al-Maamoun, al-Tayyaran dan al-Josaq, menurut pernyataan militer.

"Semakin kita maju, perlawanan semakin sengit", ujar Letnan Kolonel Abdel Amir al-Mohammadawi, dari unit Rapid Response.

Pasukan Irak hanya tinggal berjarak 1 kilometer dari pusat kota dan gedung-gedung pemerintah utama.

Pasukan keamanan terdiri dari tentara, polisi, CTS dan unit Rapid Response, dengan dukungan pasukan udara dan darat koalisi AS.

Selain angkatan bersenjata Irak, ISIS juga harus menghadapi pejuang Kurdi Peshmerga dan kelompok-kelompok para militer Syiah Iran.

Para militan kerap melawan dengan menggunakan mortir, penembak jitu, jebakan, dan bom bunuh diri.

Kekalahan ISIS di Mosul akan menghabiskan basis mereka di Irak.

Komandan AS di Irak yakin, pasukan yang didukung AS akan merebut kembali Mosul dan Raqqah dalam waktu enam bulan.

Sedangkan di pihak ISIS, para militan asing yang terdesak di sana dikabarkan tidak akan menyerah dan siap melakukan perlawanan sampai mati.

Beberapa spekulasi menyebut, karena nyaris tak ada peluang di Irak, mereka akan memobilisasi sisa kekuatannya ke Suriah.

Pengungsian warga
Sejak pasukan pemerintah menerobos batas selatan kota pada Kamis (23/2) lebih dari 10.000 warga sipil melarikan diri dari area ISIS untuk mencari bantuan medis, makanan, dan air, menurut komandan Irak.

Mereka harus berjalan melalui padang gurun setidaknya satu jam untuk mencapai garis pemerintah.

Sekitar 1.000 warga sipil tiba di basis Counter Terrorism Service (CTS) pada Senin (27/2). Korban terluka segera dibawa ke klinik, sementara pengungsi laki-laki disaring terlebih dahulu untuk memastikan mereka bukan anggota ISIS.

Beberapa orang yang dirawat di klinik CTS mengalami kondisi cukup parah. Seorang wanita tergelatak tak sadarkan diri dengan peluru bersarang di tangannya.

Seorang petugas medis di klinik CTS mengatakan, seorang anak laki-laki terkena luka tembak yang menghancurkan lututnya. Selain itu seorang wanita hamil harus diamputasi kedua kakinya.

"Sebagian besar mereka yang tiba ke sini (dalam keadaan) lapar, haus, menderita, dan membutuhkan perawatan medis," ujar Brigadir Jenderal Salman Hashim dari CTS.

Program Pangan Dunia PBB mengatakan pada Senin (27/2) mereka sangat prihatin terhadap kondisi kemanusiaan dan situasi yang dihadapi warga di Mosul barat. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.