Bangladesh menolak mendaftar Muslim Rohingya sebagai pengungsi, sementara mereka juga tidak diakui di Myanmar

Sekitar 65.000 Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh sejak Oktober lalu, setelah tentara Myanmar melakukan tindakan keras terhadap minoritas Muslim dengan alasan memburu militan.

Operasi militer dilancarkan Myanmar pasca serangan pos perbatasan. Insiden tersebut menewaskan sekitar 9 polisi.

Namun, kelompok HAM melaporkan, militer menjalankan serangan kekerasan sistematis terhadap warga Rohingya di negara bagian Rakhine.

Program Pangan Dunia dan LSM lokal lainnya telah datang ke beberapa pengungsian untuk menyediakan makanan dan bantuan medis darurat.

Bangladesh menolak mendaftar Muslim Rohingya sebagai pengungsi, sementara mereka juga tidak diakui di Myanmar.

Berikut beberapa foto kehidupan para pengungsi yang dirilis oleh Al-Jazeera:

Kondisi cukup menyedihkan di pengungsian Leda, Teknaf, Cox's Bazar

Seorang wanita Rohingya berusaha menjalankan toko di kamp pengungsian

Sekolah agama lokal telah membuka kesempatan bagi anak-anak pengungsi rohingya untuk meneruskan pelajaran

13 anggota keluarga harus berbagi dalam ruangan yang sempit ini

Nur Fatema menunjukan lebam di tangannya. Ia mengaku luka tersebut didapat saat tentara Myanmar menyerangnya

wanita rohingya menempatkan kendi miliknya dalam barisan untuk mendapatkan air

Tampak atas kamp pengungsian Leda

salah satu potret keluarga pengungsi Rohingya Myanmar di kamp Leda
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.