Delegasi rezim Assad di perundingan Jenewa, kepada PBB menyatakan tuntutan agar pihak oposisi "mengecam" penyerangan ke sarang militer di Homs

Dubes rezim Assad untuk PBB, Basyar al-Ja'afari (Reuters)
Delegasi rezim Assad di perundingan Jenewa, kepada PBB menyatakan tuntutan agar pihak oposisi "mengecam" penyerangan ke sarang militer dan intelijen rezim di kota Homs, Sabtu (25/2).

"Kami berharap delegasi (oposisi) (di Jenewa) mengutuk serangan teroris ini", kata kepala delegasi rezim, Basyar Ja'afari, kepada wartawan setelah pertemuan panjang dengan mediator PBB, Staffan de Mistura.

"Jika ada yang menolak mengutuk serangan teroris ini maka ia adalah bagian dari terorisme dan kami akan berurusan dengan mereka", ujarnya, menyebut serangan ke markas militernya sebagai "terorisme".

Basyar al-Ja'afari adalah diplomat Suriah yang sangat sengit membela Assad di forum internasional, kali ini terpilih lagi menjadi pimpinan delegasi rezim di Jenewa.

Seperti diketahui, gempuran ke jantung militer di kota Homs menewaskan hingga 40 orang, termasuk perwira tinggi di daerah itu.

Delegasi oposisi menyatakan kecaman atas serangan ke markas militer Homs, namun juga mengecam rezim yang dituding memanfaatkan serangan untuk menggagalkan perundingan.

"Mereka hanya ingin tetap berkuasa. Rezim mencoba memblokir negosiasi", kata Nasr al-Hariri, ketua delegasi oposisi.

Uniknya, Kolonel Fateh Hassoun (anggota tim perunding oposisi) menyebut pasukan Assad mungkin berada di balik (pengaturan) serangan.

Serangan penyusupan berani mati (in ghimasyi) itu telah diklaim oleh aliansi militer Islamis-Jihadis, Hay'at Tahrir Syam (HTS), yang tidak diikutkan perundingan Jenewa.

"5 gempuran in ghimasyi terjadi ke 2 pusat keamanan dan militer daerah.. Alhamdulillah", klaim kelompok itu lewat pernyataan online.

Rezim gempur daerah sipil terkepung
Meski meminta dukungan dan simpati atas serangan Homs, di hari yang sama kubu rezim justru gencar mengebom area pemukiman warga sipil di al-Waer, pinggiran Homs. Tak jauh dari lokasi serangan markas militer.

Media pro-oposisi menyebut ada 40 kali serangan udara ke daerah terkepung itu, termasuk adanya laporan kematian warga sipil dan puluhan terluka.

Serangan udara rezim juga terjadi di kota Douma, Ghouta timur. Membunuh 7 warga sipil, termasuk seorang wanita dan satu anak kecil.

Korban serangan udara rezim Assad di Ghouta
Sementara di al-Qabun, tetangga Douma, sejumlah serangan rudal darat menghantam daerah berpopulasi sipil dan markas kelompok penyelamat. (Reuters/Orient-news)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.