"Bayi berusia 8 bulan dilaporkan dibunuh saat ibunya diperkosa oleh 5 petugas", kutip laporan HAM PBB

Ilustrasi (Reuters)

Kantor hak asasi manusia PBB melaporkan pada Jumat (3/2), pasukan keamanan Myanmar telah melakukan pembunuhan massal, pemerkosaan, dan membakar desa penduduk Rohingya.

Serangan ini dapat dikatakan sebagai kejahatan perang.

"Operasi ini mungkin telah menyebabkan ratusan kematian", ujar laporan kantor HAM PBB, mengacu pada serangan militer Myanmar Oktober lalu.

Menurut saksi, "terdapat pembunuhan bayi, balita, anak anak, wanita dan orang tua. Mereka menembaki orang yang mengungsi, membakar seluruh desa, menahan orang-orang, melakukan pemerkosaan dan kejahatan seksual, serta penghancuran terstruktur pada sumber dan makanan mereka"

Laporan disusun dari hasil wawancara terhadap 204 pengungsi Rohingya di Bangladesh.

"Bayi berusia 8 bulan dilaporkan dibunuh saat ibunya diperkosa oleh 5 petugas", kutip laporan, menurut penuturan saksi.

PBB juga melaporkan pembunuhan 3 anak berusia 6 tahun dengan menggunakan pisau.

"Kebencian macam apa yang membuat orang tega membunuh bayi yang sedang menangis untuk mencari susu", ujar kepala HAM PBB Zeid bin Ra'ad Zeid al Hussein.

Pemerintah Myanmar yang dipimpin oleh pemenang nobel perdamaian Aung San Suu Kyi menyangkal tuduhan tersebut.

Myanmar juga menolak melindungi etnis minoritas Rohingya dengan mengakui mereka sebagai warga negara.

Zeid melancarkan "serangan balik" pada sangkalan Myanmar:

"Pemerintah Myanmar harus segera menghentikan kekerasan HAM pada rakyatnya, daripada terus menyangkal"

Laporan PBB dibacakan di Jenewa setelah penyeliduk mengumpulkan testimoni dari para korban dan saksi di Bangladesh. (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.