Kuwait membantah laporan media tentang larangan di negaranya untuk menerima kunjungan warga dari beberapa negara

Menlu Kuwait Sabah Al Khalid Al Sabah

Kuwait membantah laporan media tentang larangan di negaranya untuk menerima kunjungan warga dari beberapa negara mayoritas Muslim.

Berita ini sempat dipuji oleh Presiden AS Donald Trump di akun Facebook.

"Pintar!", tulis Trump di akun facebooknya pada Kamis (2/2).

Komentar tersebut dihubungkan pada laporan situs berita Yordania, Al-Bawaba.

Berita itu mengatakan Kuwait telah meniru kebijakan pemerintahan Trump yang melarang sementara wisatawan dari beberapa negara.

"Suriah, Irak, Iran, Pakistan dan Afghanistan" tidak akan diizinkan masuk ke negara Teluk "karena adanya larangan", klaim berita tersebut.

Kementerian Luar Negeri Kuwait membantah laporan yang ramai dikutip oleh situs-situs berita populer pendukung Trump, seperti Breitbart, Infowars dan Sputnik.

"(Kuwait) menyangkal klaim tersebut dan menegaskan bahwa negara-negara tersebut ... memiliki komunitas besar di Kuwait dan menikmati hak penuh", ujar Juru Bicara Kementerian.

Warga negara-negara yang disebutkan (dilarang) mengunjungi Kuwait secara teratur, tambahnya. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.