Khamenei mengeluhkan pengangguran, resesi dan inflasi sebagai masalah utama di masa akhir jabatan Hassan Rouhani

Pemimpin Tertinggi Syi'ah Iran, Ayatollah Ali Khamenei (Reuters)
Presiden Iran harus berusaha lebih meningkatkan perekonomian negara, ujar Ayatollah Ali Khamenei, Rabu (15/2), yang ditujukan pada Hassan Rouhani.

Ini adalah kritik publik langka dari pemimpin tertinggi Republik Syi'ah, sebelum presiden mencalonkan diri lagi dalam pemilu tiga bulan mendatang.

Menurut Khamenei, pengangguran, resesi dan inflasi adalah masalah utama di masa akhir jabatan Rouhani.

"Saya telah menyarankan Presiden agar menasehati manajer eksekutif, sehingga pengelolaan berlangsung secara transparans, juga adanya pengawasan dan tindak lanjut", ujar Khamenei.

Dalam pidatonya, Khamenei juga menyebut rekonsiliasi nasional "tidak cukup berarti".

Komentar ini menanggapi mantan reformis Mohammad Khatami, yang meminta Iran bersatu untuk menghadapi pemerintahanan Trump.

Rouhani sendiri kemungkinan berkampanye menyoroti manfaat ekonomi dari kesepakatan nuklir.

Setelah ia berhasil mengurangi sanksi ekonomi dari masyarakat internasional, ditukar dengan pengawasan program nuklir.

Namun, banyak masyarakat Iran merasa manfaat itu tidak sampai kepada mereka.

Keuntungan yang didapat juga membawa resiko, pasalnya Presiden baru AS Donald Trump mengisyaratkan konfrontasi militer dan bersikap keras pada Teheran, dibanding era Obama.

Pada pemilu mendatang, Rouhani mungkin berhadapan dengan kandidat sayap kanan (Syi'ah garis keras) yang bisa menjauhkan Iran dari pengaruh internasional. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.