Republik Syi'ah Iran menggelar latihan angkatan laut di sekitar selat Hormuz

Anggota Garda Revolusi Iran melontarkan slogan setelah menyerang kapal laut selama latihan militer di Selat Hormuz (Arabnews)
Angkatan Laut Iran memulai latihan tahunan pada Minggu (26/2) dekat Selat Hormuz.

Laksamana Habibollah Sayyari dari AL Iran mengatakan, mereka akan bermanuver dua hari di sekitar Laut Oman dan Samudra Hindia, dengan jangkauan misi 2 juta km persegi.

Hampir sepertiga perdagangan minyak jalur laut melewati selat Hormuz. Daerah ini juga pernah menjadi ajang konfrontasi antara AS dan Iran.

Menurut Dr Majid Rafizadeh dari Universitas Harvard, surat kabar Iran menyerukan adanya latihan militer besar kedua sejak pelantikan Trump.

"Kaum reformis, moderat dan garis keras percaya ini adalah strategi yang bagus", ujar Rafizadeh.

"Iran mengirimkan pesan kepada Trump maupun kepada tetangganya, bahwa mereka tidak akan mengubah pilar inti kebijakan luar negerinya", jelasnya.

Rafizadeh berpendapat, jika pemerintahan Trump tidak menanggapi unjuk kekuatan Iran, Teheran akan menganggapnya sebagai tanda kelemahan. Dan mereka akan menghimpun dukungan.

Armada angkatan laut AS berbasis di Bahrain yang berpatroli di jalur pelayaran Teluk menolak mengomentari kegiatan latihan ataupun rencana pemantauan lokasi bor minyak.

Latihan Iran diadakan saat ketegangan antara Iran-AS meningkat. Pemerintah AS beberapa waktu lalu menyatakan akan "mengawasi" Republik Syi'ah itu.

Sejak menjabat Januari lalu, Trump berjanji bersikap keras pada Iran. Ia memberi peringatan untuk Teheran terkait uji coba rudal balistik, 29 Januari lalu.

Ketegangan tinggi di kawasan Teluk juga terjadi akibat gempuran koalisi Saudi di Yaman, kepada pemberontak Houthi yang didukung Iran. (Arabnews)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.