Tim Penyelidikan Bersama (JIAT) menyatakan terdapat kesalahan teknis dalam serangan udara koalisi Saudi

AU Kerajaan Arab Saudi
Tim Penyelidikan Bersama (Joint Incidents Assessment Team /JIAT) pada Kamis (23/2) menyatakan terdapat kesalahan teknis dalam serangan udara koalisi Saudi di Yaman 2015 lalu.

Serangan tersebut menyebabkan 7 orang meninggal pada 2 Mei 2015. Dimana Arab Saudi dan sekutunya bermaksud menargetkan milisi pemberontak/Houthi.

"Mengingat apa yang telah disebutkan, JIAT menyimpulkan peristiwa itu terjadi karena kesalahan teknis dari pesawat, sehingga tim (JIAT) menyarankan pasukan koalisi Saudi harus meminta maaf atas kerusakan yang terjadi akibat kesalahan... Serta memberikan ganti rugi diperlukan bagi keluarga korban terdampak", kata pernyataan JIAT.

JIAT mengatakan, rudal pesawat Saudi meleset hingga 60 meter dari gudang senjata Houthi dan jatuh ke pasar.

Selain itu, itu serangan lain juga mengenai penjara di provinsi Hajjah, 12 Mei 2015.

Penasihat hukum JIAT, Mansour Ahmed al-Mansour, kepada wartawan mengungkapkam hasil penyelidikan.

Penyelidikan menetapkan bahwa koalisi menargetkan dua gudang senjata Houthi. Target-target terletak sekitar 900 dan 1300 meter dari penjara.

"Dua target milik milisi Houthi, dan dengan demikian (maka) keduanya termasuk target militer yang sah... Bangunan penjara tidak ditargetkan, hanya terpengaruh oleh serangan udara koalisi", ujar pernyataan, menurut media berita Saudi, SPA.

JIAT didirikan tahun lalu untuk menyelidiki serangan koalisi di Yaman. Setelah serangkaian penyelidikan, tim menyatakan koalisi bertindak benar dalam sebagian besar serangan.

Penyidik ​​juga membebaskan koalisi dari tuduhan kesalahan pada dua serangan lain yang diungkap oleh panel ahli PBB dan Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia.

Serangan yang dimaksud terjadi di utara kota Haradh, dekat perbatasan Saudi.

Satu serangan jatuh di sebuah rumah sakit tanggal 7 Juli 2015, dan satu lagi di sebuah kamp pengungsi pada 30 Maret 2015.

Koalisi menjelaskan, target serangan sebenarnya adalah militan Houthi dan gudang senjata mereka.

Di lain pihak, Houthi secara intensif menembakkan roket ke arah desa-desa Arab selama dua tahun terakhir.

Mereka mengatakan, serangannya adalah sebagai respon terhadap pasukan Saudi di Yaman.

Perang Yaman telah menewaskan lebih dari 10.000 orang dari semua kubu, teermasuk warga sipil. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.