Lagu "You Can Blind Our Eyes But Cannot Steal Our Dreams" menjadi viral, mengecam kebrutalan pasukan India terhadap demonstran

Anak pakistan memegang spanduk protes pada aksi demo Hari solidaritas Kashmir (AA)

Demonstrasi dan protes besar-besaran terjadi pada 'Hari Kashmir' di Pakistan pada Minggu (5/2).

Aksi dilakukan untuk mengungkapkan solidaritas atas perjuangan kemerdekaan yang sedang berlangsung di Jammu dan Kashmir yang dikuasai India.

AS, Inggris, Belgia, dan negara-negara Eropa lain meresmikan 5 Februari sebagai Hari Kashmir Pakistan.

Perayaan dimulai dengan mengheningkan cipta, menghentikan lalu lintas di seluruh negeri selama satu menit, menjadi tanda solidaritas pada Kashmir yang masih diduduki.

Sebuah rantai manusia dibentuk oleh ribuan orang di jalanan yang menghubungkan Pakistan dengan Azad Kashmir.

Lagu "You Can Blind Our Eyes But Cannot Steal Our Dreams" menjadi viral di sosial media. Lagu tersebut dirilis tentara Pakistan untuk mengecam kebrutalan pasukan India terhadap demonstran.

Dalam beberapa bulan, ratusan warga Kashmir kehilangan penglihatan setelah ditembak oleh pasukan India melalui senjata pelet senapan angin.

Demonstran meneriakkan slogan-slogan seperti "Kami ingin kebebasan", "India keluar dari Kashmir," dan "Kami tidak akan beristirahat sampai kita mendapatkan kebebasan".

Jamat-e-Islami, salah satu partai Islam terbesar di Pakistan, telah mempelopori "Hari Solidaritas Kashmir", juga mengadakan sejumlah unjuk rasa di seluruh Kashmir Pakistan dan Azad.

Perdana Menteri Nawaz Sharif mengatakan, "Kashmir adalah persoalan yang belum selesai tentang pembagian anak benua".

Merujuk akhir pemerintahan kolonial Inggris tahun 1947, yang menyebabkan penciptaan Pakistan dan India sebagai dua negara independen.

"Sampai sengketa Kashmir diselesaikan, tidak akan ada perdamaian di kawasan itu", kata Sharif.

Ia bersumpah, Islamabad akan terus memberikan dukungan politik, diplomatik, dan moral kepada Kashmir.

Sementara itu, Syed Ali Gilani, ketua APHC dan pemimpin Demokrat Partai Kebebasan (DFP), Shabbir Ahmad Shah, menyatakan rasa terima kasih terhadap pemerintah, rakyat, dan tentara Pakistan yang mendukung rakyat Kashmir.

"Kami sangat berterima kasih kepada Pakistan atas dukungannya dan berharap negara itu memainkan peran yang lebih efektif dalam hal ini... Menyoroti masalah Kashmir serta pelanggaran hak asasi manusia", ujar Gilani.

Mayoritas Muslim Kashmir terbagi antara Pakistan dan India. Kedua negara mengklaim wilayah tersebut secara penuh.

Dua dari tiga perang antara Paskistan dan India disebabkan oleh sengketa Kashmir.

Lebih dari 70.000 orang dilaporkan tewas dalam konflik sejak tahun 1989.

India menempatkan lebih dari setengah juta pasukan militer dan paramiliter di wilayah yang disengketakan itu.

Perjuangan kemerdekaan selama puluhan tahun kembali memanas tahun lalu, setelah pembunuhan Burhan Muzzafar Wani oleh tentara India, sehingga memicu gelombang protes.

Burhan adalah komandan kelompok Hizbul Mujahidin, dan baru berusia 22 tahun. (Anadolu Agency)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.