Aksi 112 yang digalang FUI telah mengalami perombakan agenda. Sebelumnya sempat diperingatkan pembubaran paksa polisi

Sekjen FUI, Muhammad al-Khaththath di sebuah aksi massa
FUI beserta elemen ormas Islam lainnya akan tetap menggelar Aksi 112. Hal itu seperti ditegaskan oleh Sekjen FUI, Muhammad al-Khaththath.

"Tidak ada masalah, kita sudah koordinasi (dengan aparat kepolisian)", kata al-Khaththath, dikutip Okezone.

Namun, agenda acara akan diubah. Menurut al-Khaththath, longmarch dipastikan tak jadi dilaksanakan.

Aksi diubah menjadi zikir dan tausiyah nasional. Modifikasi juga diikuti penggeseran lokasi, dari yang sebelumnya di Monumen Nasional (Monas) dipindahkan ke Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

"Untuk itu kami juga menggeser pusat Aksi 112 dari Monas-HI ke Masjid Istiqlal. Hal ini merupakan inisiatif dan kearifan para ulama dan habaib serta pimpinan ormas Islam yang tergabung di dalam FUI untuk menjaga kemurnian dan keselamatan perjuangan umat Islam", jelasnya.

Rencana longmarch 112 memang mendapat penolakan dari Kepolisian yang memperingatkan pembubaran paksa, karena dianggap bisa mengganggu ketertiban umum.

Berikut pernyataan resmi FUI terkait "modifikasi acara" aksi 112 nanti:

Pernyataan Pers Forum Umat Islam (FUI) tentang Aksi 112 Spirit 212

بسم الله الرحمن الرحيم

Sehubungan dengan berbagai pernyataan pejabat di media massa yang simpang siur terhadap Rencana Aksi 112 Sabtu 11 Februari 2017 "Spirit 212" yang membuat keragu-raguan dimasyarakat serta menimbulkan kesan bahwa acara tersebut dibatalkan, maka Kami Para Pimpinan Ormas, Ulama, Habaib yg tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) menyatakan:

1. Tidak ada pembatalan Aksi 112 karena tidak ada satu UU pun yang dilanggar. FUI sdh menyampaikan pemberitahuan sesuai UU. Oleh karena itu, kepada seluruh umat Islam, wabil khusus Alumni 212, diminta tidak ragu2 atau khawatir untuk datang ke lokasi Aksi 112 di Jakarta.


2. Mengingat suhu politik yg meninggi dan pada hari tersebut ada 2 paslon yg adakan kampanye terakhir dengan jumlah massa besar, maka demi menjaga keselamatan peserta aksi 112 dari berbagai provokasi yang bisa menimbuljan.chaos, maka kami setelah bermusyawarah memutuskan untuk memodivikasi aksi menjadi


DZIKIR & TAUSIYAH NASIONAL untuk PENERAPAN SURAT AL-MAAIDAH 51 : Wajib Pilih Pemimpin Muslim & Haram Pilih Pemimpin Kafir.

3. Untuk itu kami juga menggeser pusat Aksi 112 dari Monas - HI ke MASJID ISTIQLAL. Hsl ini merupakan INISIATIF & KEARIFAN Para Ulama & Habaib serta Pimpinan Ormas Islam yg tergabung di dalam FUI, untuk menjaga kemurnian dan keselamatan perjuangan umat Islam.

4. Adapun Tujuan Aksi 112 tetap seperti semula yakni:
a. Tolak Penodaan Al-Qur'an
b. Tolak Kriminalisasi Ulama
c. Tolak Penghinaan thd Ulama
d. Jaga Pilkada yang Jujur & Adil
e. Wajib Pilih Gubernur Muslim

5. Setelah berkoordinasi dengan Badan Pengelola Masjid Istiqlal maka kami menyerukan kepada para peserta aksi 112 untuk ikut serta menjaga keamanan dan ketertiban serta kebersihan lokasi Aksi di Masjid Istiqlal dan SEKITARNYA.

Demikian penjelasan Rencana Aksi 112, semoga Allah SWT memberikan pertolongan dan keridloanNya.

Jakarta, 9 Februari 2017
Forum Umat Islam

Muhammad al Khaththath
Sekretaris Jenderal
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.