Media internasional Fox news membuat hoax dengan menyebut pelaku teroris masjid adalah orang Islam sendiri dari Maroko

Foto Berita Hoax via Twitter yang saat ini sudah dihapus (https://theintercept.com/)

Terkait serangan masjid Quebec, beberapa kantor berita dan figur politik tergesa-gesa menyebut pelaku merupakan seorang muslim.

Tabloid nasionalis sayap kanan di Inggris langsung memberikan keterkaitan kekerasan pada orang Islam sendiri.

Fox News, bahkan menuliskan "saksi mengatakan seorang pria bersenjata meneriakan 'Allahu Akbar'". Kemudian dalam sebuah unggahan twitter mereka menulis, "tersangka aksi teror Masjid Quebec berasal dari Moroko".

Namun dugaan salah total. Pelaku bukan berasal dari Maroko dan bukan seorang Muslim.

Orang Maroko yang berada di Masjid saat kejadian adalah Mohamed Belkhadir, salah satu jemaah, yang segera menelepon kepolisian saat terjadi penembakan.

Pelaku sebenarnya diidentifikasi sebagai Alexaner Bissonnette (27), keturunan Perancis-Kanada, mahasiswa Universitas.

Fox tidak segera menarik berita hoax tersebut. Sikap "sembrono" itu membawa efek bias informasi.

Orang-orang terlanjur membuat kutipan berita yang membenarkan larangan Trump pada migrasi Muslim serta pandangan jelek lain terhadap Muslim.

Namun, Reuters mengabarkan unggahan twitter fox terkait berita hoax telah dihapus. Fox akhirnya memperbaikinya dan memberikan berita terbaru.

"Twit sebelumnya sudah dihapus. Kami meminta maaf atas kesalahan tersebut", ujar Manajer direktur Fox Refet Kaplan. (The Intercept)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.