Film berjudul "The White Helmet" menceritakan penyelamatan bayi Mahmud yang terkubur berjam-jam

Raed Saleh juga menjadi pemimpin kelompok White Helmet di Suriah. (Reuters)

Juru kamera yang menjadi nominator Oscar tidak bisa menghadiri upacara penghargaan karena rezim Suriah membatalkan paspornya.

Padahal, Amerika Serikat telah memberikannya visa untuk menghadiri acara bergengsi di Los Angeles.

Raed Saleh and Khaled Khatib membuat dokumenter mengenai kelompok pertahanan sipil 'White Helmet'. Mereka juga merupakan pekerja penyelamat di situ.

Menurut keterangan White Helmet, Khatib tidak bisa berangkat karena pemerintah membatalkan paspornya.

Sedangkan Saleh tidak dapat meninggalkan tugas karena tingginya intensitas serangan udara.

White Helmet mengoperasikan layanan penyelamatan di wilayah-wilayah oposisi Suriah yang didera serangan brutal rezim Assad maupun Rusia.

Film memenangkan ajang bergengsi Oscar di kategori dokumenter.

Relawan penyelamat ini telah menolong puluhan ribu orang dan mengevakuasi mayat dari reruntuhan
Film berjudul "The White Helmet" didistribusikan oleh Netflix, dan dirilis pada 26 September 2016.

Menceritakan tentang kisah mereka saat masih ada di kota Aleppo. Salah satunya adalah penyelamatan bayi Mahmud yang terkubur berjam-jam.

"Pertahanan Sipil Suriah bersyukur karena film 'The White Helmet' yang membawa pesan kemanusiaan dapat diketahui seluruh dunia", ujar pernyataan pada Minggu (26/2).

Rezim Assad menuduh kelompok ini "membuat rekaman palsu" mengenai serangan udara untuk tujuan propaganda.

Para pendukung Assad/Rusia juga menuding mereka berafiliasi dengan Jabhah Nushrah atau al-Qaeda, bermodal foto dan rekaman seseorang beratribut White Helmet berada diantara para kombatan.

White Helmet menyangkal tuduhan-tuduhan ini.

Sebelumnya White Helmet juga masuk nominasi Nobel Perdamaian 2016. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.