Pakistan menghargai Turki atas dukungan dalam masalah Kashmir

Duta Besar Pakistan untuk Turki Sohail Mahmood (AA)

Duta Besar Pakistan untuk Turki, Sohail Mahmood, berbicara di Ankara dalam rangka 'Hari Solidaritas Kashmir', Selasa (7/2).

"Pendudukan Jammu dan Kashmir (oleh India) menjadi salah satu zona paling termiliterisasi di dunia, dengan lebih dari 700.000 pasukan keamanan India memegang senjata mematikan dan diberi kekebalan hukum atas tindakan mereka", ujarnya.

"Penjajahan dan penindasan Jammu Kashmir terus menghantui hati nurani umat manusia", tambahnya.

Wilayah dengan Mayoritas Muslim tersebut telah diperebutkan oleh India dan Pakistan sejak tahun 1947, ketika Inggris meninggalkan anak benua India.

Walau setahun kemudian, Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi lemah yang menyerukan referendum di Kashmir, tapi hingga saat ini tidak dilaksanakan.

Mahmood membandingkan Kashmir dengan Palestina, sebagai salah satu konflik terlama di dunia.

India dan Pakistan sendiri telah terlibat dalam tiga kali perang, dua diantaranya adalah masalah Kashmir.

Konflik diperkirakan menyebabkan kematian bagi 70.000 jiwa.

Daerah tradisional Kashmir terpecah ke 3 negara, Pakistan, India dan China. Namun daerah yang dikuasai India menjadi yang paling bergejolak.

Berbagai gerakan menginginkan kemerdekaan penuh dari New Delhi, atau memilih bergabung ke Pakistan.

Pakistan sendiri mendukung perlawanan itu, dan mengecam kebijakan pemerintah India.

"Tidak ada perbedaan antara perempuan, anak-anak dan orang tua. Semua ditargetkan tanpa pandang bulu. Dalam beberapa bulan terakhir, pasukan India telah menahan secara ilegal lebih dari 12.000 warga Kashmir tak bersalah, tanpa tuduhan apapun", kritiknya.

Ia juga menyoroti penggunaan peluru pelet yang menyebabkan cedera mata ketika ditembakkan India ke demonstran.

"Kalian dapat mengambil mata kami tapi bagaimana kalian bisa mengambil mimpi kami?", tambah Mahmood.

Mahmood mengatakan, Kashmir dan Pakistan "sangat" menghargai solidaritas Turki.

"Dukungan ini ditegaskan oleh kunjungan Presiden Erdogan ke Pakistan pada November 2016 lalu dan pidatonya kepada sidang gabungan parlemen", kata Mahmood.

"Kehadiran kami di sini, (selain) untuk memperingati Hari Solidaritas Kashmir juga merupakan tindak lanjut komitmen Turki atas tujuan mulia ini", lanjutnya. (AA)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.