BNPT ikut memantau dugaan aliran dana dari GNPF-MUI yang diklaim Kapolri juga ditransfer ke Turki

Ketua GNPF-MUI Ustadz Bachtiar Nasir di Bareskrim Polri, Jumat (10/2/2017), sumber: Tribunnews
Direktur bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Hamidin menuturkan pihaknya ikut memantau dugaan aliran dana dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) ke Turki.

Berdasarkan klaim media asing di Suriah, dana tersebut ada hubungannya dengan ISIS.

"Kami masih terus memonitor terkait persoalan itu", ujar Hamidin.

Meski demikian, Hamidin belum bisa menyampaikan fakta-fakta dari hasil penelusuran.

"Hasilnya mungkin sudah, tetapi belum ada arahan dari Pak Kepala (BNPT) untuk disampaikan", kata Hamidin.

Sementara Tim Advokasi GNPF-MUI membantah pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Kapitra Ampera yang merupakan anggota Tim Advokasi, menyebut Tito tak mendapatkan informasi lengkap mengenai aliran dana yang ditransfer ke Turki.

Karena transfer dana ke Turki melalui rekening pribadi Islahuddin Akbar bukan dari rekening GNPF-MUI.

Islahuddin merupakan tersangka kasus dugaan pencucian uang terkait penyimpangan atau pengalihan dana Yayasan Keadilan untuk Semua.

"Mungkin Pak Kapolri dapat informasi kurang lengkap. Jadi apa hubungannya dengan Bachtiar Nasir?", ujar Kapitra.

Dana ditransfer Islahudin ke "Insan Hak ve Harriyetleri ve Insani Yardim Vakfi" (IHH), lembaga Turki. Besaran dana yang ditransfer, kata Kapitra, 4.600 dolar AS atau sekitar Rp 61,43 juta.

"Dana Turki itu, itu bener ada pengiriman uang 4.600 dolar AS ke IHH. Uang itu dikirim pribadi melalui rekening IA. Uang itu asalnya dari Abu Kharis pengurus solidaritas untuk Suriah," ujar Kapitra.

Dana dihimpun dari bedah buku milik Ustadz Abu Kharis di masjid-masjid.

"Belum ada aksi bela Islam", ujar Kapitra.

Menurutnya, dana ditransfer Islahudin jauh sebelum adanya aksi 411 atau 212. Tepatnya pada Juni 2016, sebelum dibentuknya GNPF MUI.

"Belum ada GNPF karena GNPF baru ada akhir Oktober. Belum ada uang donasi dari warga ke GNPF melalui yayasan", ujar Kapitra.

Sebelumnya Kapolri Tito mengatakan dana sumbangan masyarakat yang diterima GNPF MUI melalui YKUS mungkin tidak seluruhnya digunakan untuk kegiatan aksi. Bahkan, ada yang mengalir ke Turki.

Tito menyebut ada bukti transfer 1 M ke Turki yang berkaitan dengan UBN. (Tribunnews)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.