Rezim Komunis sejak beberapa tahun lalu memberlakukan pembatasan praktik Islam dan kebudayaan Uighur

Ilustrasi warga Uighur dengan lambang Turkistas timur
Pemerintah wilayah Xinjiang, China, mengerahkan ribuan pasukan bersenjata di kota Hotan lewat aksi kejutan dan mendadak.

Hotan menjadi titik pusat ketegangan etnis Muslim Uighur di selatan Xinjiang.

Pemerintah lokal melibatkan ribuan polisi bersenjata dan perwira militer untuk melakukan parade skala besar.

Aksi dilakukan untuk menunjukkan kekuatan dan intimidasi, menurut laporan di Harian Xinjiang.

Tentara China

"Kewaspadaan yang berlanjut dan tekanan kepada teroris untuk memaksa mereka mengakhiri aksi, seperti hewan terpojok yang nekat", ujar Wakil Sekretaris Partai Komunis di Xinjiang, Zhu Hailun.

Ratusan orang tewas di Xinjiang sepanjang dua tahun ini. Sebagian besar terkait konflik antara kaum Muslim Uighur dan etnis mayoritas Han.

Setelah beberapa waktu relatif tenang, terjadi sejumlah kekerasan dalam beberapa pekan terakhir, khususnya di wilayah Selatan.

Hari Selasa (14/2), tiga penyerang yang membawa pisau menewaskan lima orang dan melukai lima lainnya di negara bagian Pishan, prefektur Hotan.

Desember lalu, lima orang tewas dalam serangan mobil di gedung pemerintah. Polisi menembak mati pelaku, dan otoritas setempat menyebut pelaku merupakan tiga tersangka teroris.

Rezim Komunis sejak beberapa tahun lalu memberlakukan pembatasan praktik Islam dan kebudayaan Uighur, dengan alasan mencegah ekstremisme.

Otoritas China juga meningkatkan larangan perjalanan bagi etnis Uighur. Akhir tahun lalu, penduduk Xinjiang diminta menyerahkan paspor ke polisi. (Antaranews/Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.