Sumber FSA mengatakan, negara-negara donor ingin memberi bantuan untuk kelompok tempur yang terpadu, bukan grup-grup milisi

Pejuang oposisi hadir dalam pelatihan tempur di Provinsi Idlib, Suriah (27/10/2016. Reuters)
Bantuan militer CIA kepada oposisi di utara Suriah telah dibekukan sejak bulan lalu, menurut sumber oposisi.

Membuat oposisi ragu pada dukungan asing dalam perang melawan rezim Basyar al-Assad. Mereka berharap pembekuan inin bersifat sementara.

Menurut sumber oposisi, tidak ada penjelasan resmi terkait putusan pembekuan. Hal itu terjadi saat perseteruan dengan kelompok Jihadis bulan lalu, yang disusul peleburan berbagai faksi dengan Ahrar Syam.

Beberapa orang percaya, tujuan pembekuan AS adalah untuk mencegah senjata atau uang jatuh ke tangan "kelompok garis keras".

Penghentian bantuan termasuk gaji, pelatihan, amunisi dan beberapa rudal anti-tank.

Sumber pejabat AS mengatakan, putusan ini merupakan respon atas serangan militan dan tidak ada kaitannya dengan naiknya Donald Trump sebagai Presiden.

Kelompok Oposisi Free Syrian Army (FSA) terkena dampak tersebut.

"Kenyataannya adalah ada perubahan di lapangan, dan perubahan ini pasti membawa dampak", ujar seorang pejabat FSA.

Ia mengatakan, tidak ada bantuan militer yang bisa masuk sampai hal-hal lain yang disyaratkan telah terorganisir.

"Ada aturan baru tapi belum ada yang tetap", katanya.

Bantuan kepada FSA sudah termasuk dukungan dari Turki, Qatar dan Arab Saudi. Yang merupakan paket bantuan untuk oposisi.

CIA menolak berkomentar laporan pembekuan tersebut. Negara lain yang mendukung pejuang juga belum memberi komentar karena belum memiliki detail laporan.

Kantor berita Reuters telah mengkonfirmasi laporan pembekuan kepada para petinggi dari lima faksi afiliasi FSA. Mereka pernah menerima dukungan keuangan dan militer lewat "Ruang operasi MOM".

Beberapa oposisi yakin penghentian hanya bersifat sementara, dan berharap adanya sistem baru yang dijalankan.

Sumber FSA lain mengatakan, negara-negara pendonor ingin mengirimkan bantuan untuk kelompok tempur yang terpadu, bukan grup-grup milisi.

Salah satu pejabat FSA berharap oposisi tidak ditinggalkan, karena mereka yang menghalangi kemajuan militan di Suriah, serta melawan pengaruh Syi'ah Iran di sana.

Seperti diketahui, kelompok oposisi yang dianggap moderat menerima bantuan asing. Turki dan negara-negara Teluk menjadi donor utama, sementara AS adalah produsen pemasok senjata anti tank TOW. (Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.